- Komnas HAM menerjunkan tim investigasi untuk mendalami dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia akibat kebakaran hutan.
- Pernyataan tersebut disampaikan oleh Komisioner Saurlin Siagian di Jakarta pada hari Jumat, 22 Oktober 2026.
- Laporan investigasi dan hasil temuan lengkap akan segera diumumkan kepada publik dalam waktu dekat.
Suara.com - Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tak kunjung padam di sejumlah daerah selama beberapa bulan terakhir kian berbuntut panjang.
Bencana ekologis yang terus berlarut ini kini resmi menyita perhatian serius Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) atas dugaan timbulnya pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
Menanggapi situasi ini, Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin Siagian, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam.
Lembaga penegak HAM tersebut telah merespons cepat dengan menerjunkan tim investigasi langsung ke titik-titik lokasi bencana.
"Kita sudah melakukan pemantauan, sudah. Kami sudah melakukan pemantauan ke lapangan," kata Saurlin di Jakarta, Jumat (22/10/2026).
Saurlin menjelaskan bahwa Komnas HAM saat ini masih memproses seluruh temuan di lapangan. Karena itu, ia belum menyebarluaskan detail hasil penelusuran tersebut sebelum laporan rampung disusun.
"Laporannya sedang kita bereskan dan dalam waktu yang tidak lama kami akan laporkan hasilnya," ucap dia.
Di saat yang sama, Ketua Komnas HAM Anis Hidayah memastikan hasil investigasi tersebut akan segera dibuka secara transparan kepada masyarakat dalam waktu dekat demi memenuhi hak atas informasi publik.
"Dalam waktu dekat nanti akan segera kami sampaikan kepada publik, ya, dalam waktu yang tidak lama kok. Ini habis ini kami akan diskusikan, nanti akan segera disampaikan kepada publik" ujar Anis.
Anis menyoroti dampak destruktif dari Karhutla yang tak kunjung reda.
Menurutnya, situasi berlarut-larut ini telah melahirkan kerugian yang amat serius dan memukul kehidupan warga terdampar.
"Masyarakat sangat menderita," pungkasnya.
Reporter: Alif Bintang