Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat Jember, Gus Ipul Pastikan Pendampingan Unhan Berlanjut

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:50 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul). (Suara.com/Lilis)
BACA 10 DETIK
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan mahasiswa Unhan tetap rutin mendampingi siswa Sekolah Rakyat untuk memperkuat kedisiplinan.
  • Kementerian Sosial berkoordinasi dengan pimpinan Unhan guna menyelesaikan perbedaan keterangan terkait dugaan kekerasan di Jember.
  • Program pendisiplinan siswa Sekolah Rakyat akan dievaluasi secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan program pendampingan siswa Sekolah Rakyat oleh mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) tetap dilaksanakan secara rutin, meski muncul dugaan kekerasan terhadap siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi Jember, Jawa Timur.

Gus Ipul mengatakan program pembinaan tersebut akan dievaluasi dan diperbaiki agar pelaksanaannya ke depan lebih baik. Pendampingan mahasiswa Unhan bertujuan memperkuat kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat.

“Ke depan insyaallah kita akan terus melakukan perbaikan-perbaikan dan akan kita lakukan secara rutin setiap tahun sekali sampai dua kali,” kata Gus Ipul di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Ia menjelaskan, pendampingan direncanakan berlangsung selama dua pekan. Frekuensinya akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran, dengan target minimal satu kali dalam setahun.

“Dengan waktu dua minggu, kita berharap mahasiswa Unhan bisa mendampingi siswa Sekolah Rakyat untuk penguatan kedisiplinan,” ujarnya.

Terkait dugaan kekerasan di Sekolah Rakyat Jember, Gus Ipul mengatakan Kementerian Sosial tengah berkomunikasi dengan pimpinan Unhan untuk mencari penyelesaian. Ia menyebut masih terdapat perbedaan keterangan antara siswa dan mahasiswa yang terlibat.

Menurut Gus Ipul, para siswa merasa mengalami tindakan yang tidak semestinya, termasuk dugaan pemukulan beberapa kali. Namun, mahasiswa Unhan memberikan keterangan berbeda mengenai kejadian tersebut.

“Jadi ini kita masih coba terus menggali lebih dalam lagi. Tentu kita menghargai pendapat para orang tua siswa, sangat menghargai, dan kita ikut juga mencoba untuk mendampingi para orang tua siswa ini,” katanya.

Gus Ipul mengatakan kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar insiden serupa tidak kembali terjadi. Ia juga menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat menerapkan pendekatan pendampingan dan rehabilitasi untuk membantu siswa menyesuaikan diri dengan aturan sekolah.

Menurut dia, sebagian siswa memiliki latar belakang dan kebiasaan yang berbeda-beda. Karena itu, pembinaan kedisiplinan perlu dilakukan melalui pendekatan yang mengedepankan empati.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com