MRT Jakarta Meluncur Pukul 03.00 Selama Jakarta Running Festival 2026

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:49 WIB
Suasana di stasiun MRT (Pexels/Noval Gani)
BACA 10 DETIK
  • Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyatakan MRT Jakarta beroperasi mulai pukul 03.00 WIB pada 24–25 Oktober 2026.
  • Transjakarta memberlakukan modifikasi rute situasional secara gratis bagi peserta Jakarta Running Festival 2026 selama dua hari.
  • Kebijakan penyesuaian transportasi publik ini bertujuan untuk memfasilitasi mobilitas pelari menuju Gelora Bung Karno.

Suara.com - Layanan moda transportasi publik di ibu kota bersiap memanjakan mobilitas warga dan peserta Jakarta Running Festival 2026 pada 24–25 Oktober 2026.

Kereta MRT Jakarta dipastikan beroperasi jauh lebih awal dari jadwal reguler demi memfasilitasi kebutuhan para pelari yang mengejar waktu mulai lomba.

“Layanan operasional MRT Jakarta pada kegiatan Jakarta Running Festival 2026 mulai pukul 03.00 WIB,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin dalam keterangan resminya, Jumat (23/10/2026).

Jadwal operasional dini hari ini menjadi angin segar bagi puluhan ribu peserta maraton yang hendak menuju garis awal di Pintu 7 Gelora Bung Karno.

Tidak hanya kereta bawah tanah, armada bus Transjakarta juga melakukan penyesuaian lintasan besar-besaran di koridor yang bersinggungan dengan rute lari.

Modifikasi rute bus Transjakarta pada hari Sabtu, 24 Oktober 2026, berlangsung situasional sejak pukul 03.00 WIB sampai dengan pukul 09.00 WIB.

Adapun pada hari Minggu, 25 Oktober 2026, perubahan pola operasi Transjakarta diterapkan mulai pukul 02.30 WIB hingga pukul 10.00 WIB.

“Transjakarta mendukung kegiatan positif untuk warga Jakarta. Melalui penyediaan akses layanan gratis bagi peserta lari, kami berharap para peserta dapat bermobilitas menuju dan dari lokasi acara dengan lebih mudah, nyaman, dan ramah lingkungan. Kami juga mengimbau pelanggan umum untuk mencermati penyesuaian rute temporer yang kami berlakukan selama dua hari pelaksanaan event,” jelas Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani dalam keterangannya secara terpisah.

Rekayasa layanan ini dilakukan untuk menjamin keselamatan para pelari sekaligus menjaga ketersediaan angkutan umum bagi masyarakat luas.

Pengguna transportasi publik diharapkan dapat memperhitungkan waktu perjalanan dan memantau rute pengganti agar perjalanan tetap lancar.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com