- PT Jasa Marga mengoptimalkan pemeliharaan jalan tol secara berkala untuk menjaga keselamatan dan kualitas infrastruktur sejak Sabtu, 24 Oktober 2026.
- Anak usaha Jasa Marga melakukan penambalan, pengupasan aspal, hingga rekonstruksi berat guna memenuhi Standar Pelayanan Minimal jalan tol.
- Tantangan utama pemeliharaan berasal dari kendaraan berlebih muatan yang mempercepat kerusakan struktur perkerasan jalan tol tersebut.
Sejumlah pekerjaan dijadwalkan pada malam hari, terutama pukul 22.00 hingga 05.00. Penentuan waktu tersebut mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan kebutuhan penanganan agar dampak terhadap perjalanan pengguna jalan dapat ditekan.
Untuk kerusakan yang lebih berat, Jasa Marga dapat melakukan rekonstruksi perkerasan pada jalan beraspal maupun beton. Pekerjaan ini meliputi pembongkaran bagian yang rusak dan perbaikan struktur sesuai kebutuhan teknis, termasuk pemulihan lapisan fondasi atau penggantian pelat beton.
Rekonstruksi Jalan Tol Bisa Memakan Waktu 1–4 Hari
Berbeda dengan penanganan ringan, rekonstruksi membutuhkan waktu pengerjaan lebih panjang. Jasa Marga menyebut durasinya dapat mencapai sekitar satu hingga empat hari, bergantung pada tingkat kerusakan, metode penanganan, dan kondisi lapangan.
Khusus pekerjaan pada jalan beton, jalur baru dapat dibuka kembali setelah memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan. Ketentuan ini diperlukan untuk memastikan keamanan pengguna jalan.
Rivan mengakui pekerjaan preservasi berpotensi memengaruhi kelancaran perjalanan. Karena itu, Jasa Marga terus mengevaluasi pengaturan waktu, tahapan pengerjaan, serta pengamanan di lokasi agar gangguan dapat diminimalkan tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan.
“Kami memahami bahwa pekerjaan preservasi dapat memengaruhi kelancaran perjalanan pengguna jalan dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan,” ujarnya.
Ia menegaskan, keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan pemeliharaan infrastruktur tol.
Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk memperhitungkan waktu perjalanan, mematuhi rambu lalu lintas, dan mengikuti arahan petugas di sekitar lokasi pekerjaan.
Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas dan lokasi pekerjaan preservasi dapat diakses melalui aplikasi Travoy, media sosial resmi Jasa Marga Group, serta Call Center 133.