- Sejumlah akademisi perguruan tinggi Indonesia menilai gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sangat merakyat dan humanis.
- Penilaian tersebut disampaikan dalam acara Fordekiis di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang pada hari Jumat, 23 Oktober 2026.
- Hasil kolaborasi Pemprov Jateng dengan 123 perguruan tinggi mencakup KKN tematik, penanganan stunting, serta pendampingan usaha masyarakat.
Supriadi menilai orientasi pelayanan menjadi salah satu hal penting yang tercermin dari pemaparan Ahmad Luthfi. Ia menangkap adanya penekanan agar pemerintah memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan.
Supriadi juga melihat pentingnya perguruan tinggi sebagai mitra pemerintah. Menurutnya, kapasitas keilmuan kampus dapat membantu pemerintah menentukan arah kebijakan sekaligus mengevaluasi persoalan yang belum terselesaikan.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menjalin kerja sama dengan 123 perguruan tinggi di wilayahnya melalui berbagai program. Bentuknya berupa Kuliah Kerja Nyata (KKN), desalinasi, pendampingan usaha, pendataan rumah tidak layak huni, hingga penanganan stunting.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan daerah. Salah satunya melalui kegiatan KKN tematik dan pendampingan desa binaan.
Luthfi mengatakan, sejumlah tantangan yang dihadapi Jawa Tengah, mulai dari penanganan rob di wilayah pesisir, kebutuhan tenaga kerja siap pakai, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan kontribusi berbagai disiplin ilmu, termasuk ilmu sosial dan politik.
Ia menekankan pembangunan juga harus menyentuh kualitas manusia secara menyeluruh. Karena itu, FISIP diharapkan mengambil peran dalam memahami persoalan sosial dan memberikan kontribusi terhadap arah pembangunan daerah.