Jelang Natal dan Tahun Baru, Mendagri Tekankan Pentingnya Penyaluran Bansos & Operasi Pasar

Senin, 26 Oktober 2026 | 17:36 WIB
Mendagri, Muhammad Tito Karnavian saat konferensi pers seusai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan Tingkat Menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Jakarta, Senin (26/10/2026). (Dok: Kemendagri)

Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya penyaluran bantuan sosial (bansos) dan pelaksanaan operasi pasar secara berkelanjutan untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan dan mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun. Pesan tersebut disampaikan Tito saat konferensi pers seusai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan Tingkat Menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Jakarta, Senin (26/10/2026).

Ia mengingatkan bahwa peningkatan permintaan menjelang Nataru berpotensi memberikan tekanan terhadap harga pangan.

“Nanti demand pasti akan tinggi terutama makanan [dan] minuman, karena ada liburan akhir tahun, ada Natal, ada tahun baru, ada perjalanan mobilitas masyarakat akan tinggi,” ujarnya.

Tito menjelaskan, penyaluran bansos tersebut penting untuk memperkuat daya beli masyarakat. Selain dari pemerintah pusat, bansos juga dapat disalurkan oleh pemerintah daerah (Pemda). “Karena mereka (Pemda) juga memiliki kemampuan, punya kemampuan untuk memberikan bantuan sosial,” ujarnya.

Selain memperkuat penyaluran bansos, Mendagri meminta operasi pasar terus dilakukan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, dan pihak terkait lainnya. Pelaksanaannya perlu menyasar daerah yang membutuhkan intervensi berdasarkan data serta komoditas yang mengalami tekanan harga.

“Datanya clear di kabupaten mana saja itu lengkap kita memiliki data, saya sampaikan. Dan komoditasnya apa saja yang perlu dilakukan operasi pasar di tempat itu,” katanya.

Tito juga mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan pemberian subsidi guna menahan tekanan inflasi pada Desember. Subsidi tersebut antara lain berupa subsidi listrik, penambahan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, dan subsidi angkutan udara. Pasalnya, tingginya mobilitas masyarakat berpotensi berdampak pada biaya transportasi.

Secara khusus, ia juga mendorong Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan maskapai penerbangan agar tarif tetap wajar saat permintaan perjalanan meningkat. “Mohonlah jangan sampai mengambil harganya harga paling tinggi acuannya … keuntungan kan tetap ada tetapi jangan ambil keuntungan maksimal supaya tidak berpengaruh kepada inflasi,” tegasnya.

Sebagai informasi, rapat tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Selain Mendagri, forum ini juga dihadiri oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman serta sejumlah pimpinan kementerian dan lembaga lainnya.***

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com