Simbol 3 Jari Three Finger Salute Demo Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, Apa Artinya?

Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:13 WIB
Kelompok mahasiswa dan elemen sipil menggelar demo di Jakarta dan Yogyakarta menuntut evaluasi rezim. (EPA/BBC)
BACA 10 DETIK
  • Aliansi mahasiswa dan elemen sipil menggelar aksi demonstrasi serentak di Jakarta dan Yogyakarta.

  • Massa mengusung tagar "Tepati atau Pergi" serta simbol tiga jari sebagai lambang perlawanan.

  • Unjuk rasa ini melatarbelakangi penolakan terhadap tindakan represif aparat dan kemunduran demokrasi.

"Pakaian sipil yang sama membuat semua orang tampak sebagai pemilik tuntutan."

Eskalasi kekecewaan publik dipicu oleh deretan insiden kekerasan aparat serta pembungkaman terhadap pihak-pihak kritis. Komite Sadar menyoroti tewasnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan akibat dilindas kendaraan operasional Brimob, hingga aksi penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus.

Maraknya tindakan represif dinilai sebagai bukti nyata kemunduran kebebasan berpendapat di bawah pemerintahan saat ini.

"Mereka bukan kasus terpisah. Di rezim ini ribuan orang telah ditangkap sewenang-wenang hanya karena bersuara. Negara lebih memilih mengadili mereka yang kritis ketimbang 17 kasus pelanggaran HAM berat masa lalu yang terus mencoba dilupakan," kata Komite Sadar.

Latar belakang demonstrasi ini berakar dari kekhawatiran meluasnya pengaruh kekuatan aparat dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

"Semua ini merupakan bentuk militerisasi, usaha untuk baik secara struktural dan kultural untuk merusak nilai-nilai sipil seperti HAM dan Demokrasi."

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com