- Penelitian terhadap 50 pekerja teknis panel surya dan pompa panas di Kanada menemukan alasan utama mereka bekerja di sektor hijau bukan karena lingkungan.
- Faktor pendorong pemilihan pekerjaan tersebut meliputi perolehan penghasilan yang layak, kepastian kerja yang tinggi, serta ketersediaan waktu bersama keluarga.
- Perubahan kebijakan insentif pemerintah yang tidak stabil menciptakan tantangan dan menyulitkan pelaku usaha kecil dalam menjaga keberlangsungan bisnis mereka.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa pekerjaan ramah lingkungan dapat memberi ruang bagi laki-laki untuk menjalankan peran sebagai pencari nafkah sekaligus hadir dalam kehidupan keluarga.
Dengan kata lain, menjadi laki-laki yang bertanggung jawab tidak harus berarti mengorbankan kesehatan atau waktu bersama anak demi pekerjaan.
Pekerjaan Hijau Harus Menawarkan Kepastian
Meski menjanjikan, pekerjaan di sektor energi bersih juga menghadapi tantangan. Para teknisi panel surya dalam penelitian tersebut mengeluhkan perubahan insentif pemerintah yang membuat pelaku usaha sulit memprediksi permintaan dan merencanakan bisnis.
Karena itu, pekerja di industri minyak, gas, atau batu bara tidak serta-merta akan beralih ke sektor energi bersih jika tidak ada tawaran yang sebanding dalam hal upah dan kepastian kerja.
Penelitian ini menegaskan bahwa upaya memperluas pekerjaan hijau tidak cukup hanya mengajak laki-laki lebih peduli terhadap lingkungan. Pemerintah dan pelaku industri juga perlu menyediakan pekerjaan dengan penghasilan layak, kondisi kerja aman, dan kebijakan yang konsisten.