Dasco Minta Kritik Malaysia dan Singapura soal Kabut Asap Dijawab dengan Kerja yang Dapat Diuji

Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:07 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah), didampingi Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurizal, menyampaikan pidato peringatan 98 Tahun Sumpah Pemuda di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (28/10/2026). [tangkapan layar]
BACA 10 DETIK
  • Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menekankan politik luar negeri bebas aktif pada Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026).
  • Dasco menyatakan bahwa kritik internasional terkait karhutla lintas batas dari Malaysia dan Singapura harus dijawab melalui kerja nyata.
  • Dasco mendorong peningkatan kerja sama antarparlemen ASEAN demi memperkuat stabilitas regional dalam menghadapi berbagai krisis bersama.

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menekankan pentingnya diplomasi yang kuat dan kerja sama antarnegara dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Melalui tayangan video resmi, Dasco menegaskan pentingnya Indonesia mempertahankan prinsip politik luar negeri bebas aktif serta postur pertahanan defensif aktif dalam menghadapi dinamika kawasan.

Menurutnya, Indonesia harus mampu menjaga kedaulatan tanpa menutup diri dari pergaulan internasional.

"Indonesia harus tetap teguh pada politik luar negeri bebas aktif. Kita tidak menjadi perpanjangan tangan kepentingan negara mana pun, tetapi tidak pula menutup pintu kerja sama," ujar Dasco, didampingi pimpinan DPR RI lainnya, melalui tayangan video peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026).

"Dan dalam pertahanan, sikap defensif aktif berarti waspada, mampu mencegah ancaman, dan berinisiatif secara terukur tanpa mencari permusuhan. Kita harus tegar dan tegas menjaga kedaulatan, sekaligus arif menjaga perdamaian," lanjutnya.

Menyoroti isu regional, Dasco turut menyinggung kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lintas batas yang menjadi perhatian negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

Menurutnya, respons terbaik terhadap kritik internasional adalah melalui pembuktian kerja nyata di lapangan dan penegakan hukum yang tegas.

"Dalam perkara kabut asap lintas batas, misalnya, kita mendengar perhatian, kritik, dan rekomendasi dari negara Malaysia dan Singapura, termasuk suara yang berkembang di parlemen negara sahabat. Kita patut menghargainya tanpa harus menerima setiap penilaian," kata Dasco.

"Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan; kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji," tegasnya.

Untuk memperkuat stabilitas kawasan, Dasco mendorong penguatan kerja sama antarparlemen negara-negara ASEAN.

Menurutnya, kerja sama tersebut penting untuk merespons berbagai isu krusial, mulai dari bencana alam, ancaman siber, hingga ketahanan pangan dan energi.

"Saya memandang sudah saatnya parlemen-parlemen ASEAN duduk lebih erat, tidak hanya ketika terjadi krisis," ungkapnya.

Lebih lanjut, Dasco menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya diplomasi dan hubungan bertetangga di kawasan Asia Tenggara.

"Kita tidak dapat memilih tetangga, tetapi kita dapat memilih cara bertetangga: saling menghormati, berbicara terus terang, dan mencari jalan keluar bersama," pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com