- Sari (22) menyerukan pesan perdamaian pada Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).
- Acara tersebut dihadiri Raffi Ahmad, unsur TNI-Polri, komunitas, serta sekitar 100 mahasiswa untuk menjaga situasi demonstrasi tetap kondusif.
- Unggahan media sosial mempertanyakan status Sari dan memunculkan perbincangan warganet terkait latar belakangnya sebagai mantan asisten rumah tangga.
Suara.com - Sosok Sari (22), perempuan yang menyampaikan imbauan damai dalam Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, menjadi sorotan setelah sejumlah unggahan di media sosial mempertanyakan latar belakangnya.
Sari sebelumnya menyampaikan pesan agar mahasiswa dan masyarakat tidak mudah terprovokasi di tengah dinamika aksi demonstrasi.
Namun, kemunculan sejumlah komentar warganet yang mengaitkannya dengan aktivitas lain memunculkan pertanyaan mengenai identitas dan statusnya sebagai mahasiswi.
Dalam sebuah utas di media sosial, akun Afiergyosa mengaku mengenali Sari sebagai seseorang yang pernah menjadi art atau asisten rumah tangga di tempatnya sekitar dua tahun lalu.
Pengakuan tersebut disampaikan dengan nada terkejut dan mempertanyakan apakah Sari dibayar untuk tampil dalam kegiatan tersebut.
“Eh Sariii kocakkk baru liat, lu kan art budeku dua tahun yang lalu,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Unggahan lain juga melontarkan sindiran mengenai penampilan orang-orang yang disebut berperan sebagai mahasiswa dalam kegiatan tersebut.
Salah satu komentar berbunyi, “Dava beli seragam di Shopee, Sari jadi mahasiswi. Main teaternya udahan kata gue.”
Komentar-komentar itu kemudian memunculkan istilah mahasiswa abal-abal di tengah perbincangan warganet.
Pesan Perdamaian di Bundaran HI
Sebelumnya, Sari menyampaikan imbauan agar mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat tetap menjaga situasi kondusif di tengah dinamika demonstrasi.
Ia berharap masyarakat tidak terprovokasi dan menghindari tindakan anarkis yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Pesan tersebut disampaikan setelah Sari menghadiri Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 pada Kamis (29/10/2026).
Kegiatan itu mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.
Acara tersebut diikuti sekitar 100 mahasiswa dan dihadiri Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, serta unsur TNI-Polri, organisasi kepemudaan, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama.
Perwakilan mahasiswa kemudian membacakan deklarasi yang menekankan komitmen menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, serta mengedepankan dialog untuk memperkuat persatuan bangsa.