Sujud Mahasiswa Trisakti di Patung Kuda: Mengetuk Pintu Langit Kala Suara Rakyat Tak Didengar

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:15 WIB
Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti menunaikan ibadah salat Magrib berjamaah di sela aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026) petang. [Suara.com/Adiyoga]
BACA 10 DETIK
  • Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti melaksanakan salat Magrib berjamaah di tengah aksi unjuk rasa Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Kamis.
  • Para pengunjuk rasa menggunakan spanduk tuntutan dan jaket almamater sebagai alas salat beralaskan aspal jalanan secara tertib.
  • Peserta aksi melanjutkan unjuk rasa secara tertib setelah memanjatkan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta keadilan masyarakat tertindas.

Suara.com - Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti menunaikan salat Magrib berjamaah di sela aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026) petang.

Aksi demonstrasi yang semula riuh oleh orasi seketika berubah hening dan khidmat begitu kumandang azan menggema di tengah jalanan ibu kota.

Tanpa sajadah khusus, para mahasiswa membentangkan spanduk tuntutan serta jaket almamater biru kebanggaan mereka di atas aspal sebagai alas salat.

Massa aksi pun merapatkan saf secara teratur menghadap kiblat untuk berserah diri kepada Sang Pencipta seraya memperjuangkan keresahan rakyat.

Usai merampungkan salat, salah seorang mahasiswa peserta aksi memimpin pembacaan doa melalui pengeras suara yang langsung diaminkan serentak oleh barisan mahasiswa.

"Semoga orang-orang yang ada di sana dapat mendengarkan suara-suara kami. Apabila tidak, semoga orang-orang yang menzalimi masyarakat-masyarakat kecil, masyarakat-masyarakat yang ada di daerah, masyarakat-masyarakat yang tidak dapat bersuara, semoga Engkau memberi balasan yang setimpal dengan apa yang kami-kami rasakannya. Amin ya Allah," katanya.

Suasana semakin larut dalam haru tatkala untaian doa beralih ke permohonan keselamatan bagi bangsa dan negara.

"Ya Allah, runtuhkanlah kezaliman tanpa meruntuhkan negeri kami. Hancurkanlah keserakahan tanpa membinasakan rakyat kami, ya Allah. Cabutlah kekuasaan yang menindas dan gantikanlah dengan amalah, dengan amanah yang membawa rahmatan lil alamin. Amin amin amin ya rabbal alamin," tutur mahasiswa lain yang ikut salat berjamaah.

Lantunan doa yang bergetar menjadi wujud perjuangan nurani mahasiswa Trisakti dalam menyuarakan keadilan bagi kalangan tertindas.

Di akhir doa, para mahasiswa membangkitkan asa para demonstran agar tetap memelihara keteguhan hati selama menyuarakan aspirasi.

"Semoga apa yang kita telah tunaikan dapat Tuhan dengar, dapat Allah dengar, dan semua ini tidak akan sia-sia teman-teman, perjuangan kita tidak akan sia-sia," ucap salah satu mahasiswa yang berada di saf bagian depan.

Selepas menggelar doa bersama, para mahasiswa kembali merapikan barisan untuk melanjutkan aksi unjuk rasa secara tertib.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com