- Warga negara Indonesia bernama Muhammad Taufiq tewas saat menjalani pertempuran pertama di wilayah Donetsk, Ukraina.
- Ia direkrut sebagai tentara bayaran Rusia pada April 2026 setelah mengirimkan lamaran pekerjaan di Moskow.
- Direktorat Intelijen Pertahanan Ukraina mengungkapkan kematian Taufiq melalui laporan resmi yang dipublikasikan pada Oktober 2026.
Suara.com - Warga negara Indonesia (WNI) bernama Muhammad Taufiq dilaporkan tewas saat menjalani pertempuran pertamanya bersama pasukan pendudukan Rusia di Ukraina.
Pria kelahiran Sorong, Papua Barat, pada 1978 itu direkrut menjadi tentara bayaran Rusia dan bertugas sebagai penembak senapan mesin.
Identitas Taufiq diungkap Direktorat Intelijen Pertahanan Ukraina (GUR) melalui laporan yang dipublikasikan seperti dikutip dari Armyinform.com.ua, Sebelum terlibat dalam perang Rusia-Ukraina, Taufiq diketahui pernah bekerja sebagai sopir taksi di Indonesia.
Menurut laporan GUR, Taufiq pernah tinggal di Surabaya, Jawa Timur.
Ia juga memiliki pengalaman bekerja sebagai manajer di sebuah perusahaan agribisnis serta pernah bekerja di Amerika Serikat dan menguasai bahasa Inggris.
Direkrut Rusia melalui lamaran pekerjaan
GUR mengungkapkan, perekrut Rusia diduga menemukan Taufiq setelah pria tersebut mengirimkan curriculum vitae (CV) untuk mencari pekerjaan.
Taufiq kemudian diduga tergiur janji penghasilan hingga memutuskan berangkat ke Moskow.
Di ibu kota Rusia tersebut, Taufiq disebut masuk dalam skema perekrutan warga negara asing untuk bergabung dengan militer Rusia dan diterjunkan ke medan perang Ukraina.
Pada 19 April 2026, Taufiq menandatangani kontrak selama satu tahun dengan pasukan pendudukan Rusia di Kota Korolyov, wilayah Moskow.
Ia kemudian ditugaskan sebagai penembak senapan mesin atau machine gunner.
Setelah menandatangani kontrak, Taufiq dikirim ke pusat pelatihan militer di dekat Voronezh.
Namun, ia hanya menjalani pelatihan selama sekitar satu setengah pekan sebelum dipindahkan ke wilayah pendudukan Rusia di Ukraina pada awal Mei 2026.
Tewas dalam pertempuran pertama di Donetsk
Nasib Taufiq berakhir tak lama setelah tiba di medan perang.