- Ribuan aparat gabungan menggerebek sarang narkoba di Kampung Bahari pada Minggu, 1 November 2026.
- Petugas taktis menggunakan Kereta Rel Listrik untuk menerobos langsung ke wilayah target secara cepat.
- Aparat menyita barang bukti serta meringkus sejumlah terduga pelaku untuk dibawa ke Mapolda Metro Jaya.
Suara.com - Suasana dini hari di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mendadak mencekam pada Minggu pagi.
Ribuan aparat gabungan dari Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali melancarkan operasi penggerebekan skala besar di lokasi yang selama ini dikenal sebagai sarang peredaran gelap narkotika.
Dalam operasi senyap ini, petugas memilih strategi tak biasa. Alih-alih konvoi kendaraan taktis lewat jalur darat biasa, aparat justru memanfaatkan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dari Stasiun Tanjung Priok untuk menerobos langsung ke jantung wilayah Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari.
Moda ini dipilih sebagai rute taktis alternatif karena memiliki akses tercepat menuju titik-titik rawan peredaran barang haram tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Adhe Hariadi mengonfirmasi keterlibatan lintas kesatuan dalam aksi berskala masif ini.
"Tim gabungan dari Direktorat Narkoba Polda Metro, BNN, Brimob, Polres Metro Jakarta Utara," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Adhe Hariadi di Jakarta, Minggu (1/11/2026).
Operasi dimulai tepat pukul 05.30 WIB ketika fajar baru menyingsing.
Sebanyak 1.816 personel gabungan yang terdiri atas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, hingga Brimob Polri langsung disebar ke berbagai penjuru.
Setibanya KRL di dekat lokasi target, ratusan personel bersenjata lengkap bergegas turun dan menyisir area rel kereta api serta gang-gang sempit pemukiman padat penduduk.
Satu demi satu lapak liar yang kerap dijadikan transaksi dan pesta narkoba digeledah tanpa ampun.
Aksi petugas tak berjalan mulus begitu saja. Kelompok yang diduga komplotan narkoba setempat sempat melancarkan aksi perlawanan demi menghalau barisan petugas. Namun, kesiapan dan ketatnya barikade aparat berhasil memukul mundur mereka serta menguasai situasi.
Dari penggeledahan menyeluruh tersebut, aparat menyita sejumlah barang bukti berupa paket narkotika dan berbagai senjata tajam yang diduga dipersiapkan para pelaku untuk melawan petugas.
Sejumlah orang yang diduga kuat terlibat dalam jaringan peredaran narkoba berhasil diringkus di tempat. Kendati demikian, pihak kepolisian belum merilis rincian identitas maupun jumlah pasti tersangka yang tertangkap.
"Untuk pelaku diamankan Direktorat Narkoba Polda," kata Kombes Adhe.
Hingga berita ini diturunkan, para pelaku bersama seluruh barang bukti telah dibawa ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani proses pemeriksaan intensif dan pengembangan kasus lebih lanjut. (Antara)