Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB
Presiden AS Donald Trump [Istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Presiden Donald Trump menuduh pemilu paruh waktu di Amerika Serikat penuh kecurangan setelah Partai Demokrat meraih kemenangan besar.
  • Partai Demokrat mendominasi perolehan kursi legislatif dengan mengamankan 54 kursi Senat dan 253 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat.
  • Kandidat Demokrat berpeluang merebut kursi Senat di Mississippi dan memimpin perolehan suara sementara di wilayah Alaska.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding adanya kecurangan dalam pemilu paruh waktu atau midterm elections yang berlangsung di negaranya.

Tuduhan itu muncul ketika Partai Demokrat justru mencatat kemenangan besar dan berpeluang menguasai kedua kamar Kongres AS.

Trump menyebut pemilu di Amerika Serikat telah diwarnai kecurangan dalam skala yang menurutnya sulit dibayangkan.

"Pemilu kita sangat curang sampai-sampai kalian tidak bisa membayangkannya," kata Trump.

Pernyataan itu muncul dua hari setelah Partai Demokrat meraih hasil gemilang dalam pemilu paruh waktu.

Berdasarkan laporan AFP, kemenangan tersebut menjadi pukulan besar bagi Partai Republik yang selama ini menjadi basis politik Trump.

Kemenangan Demokrat semakin menjadi sorotan setelah kandidat mereka, Scott Colom, berpeluang merebut kursi Senat dari negara bagian Mississippi.

Wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu basis kuat Partai Republik.

Colom unggul sekitar 1.800 suara atas senator petahana dari Partai Republik, Cindy Hyde-Smith. Penghitungan suara saat itu telah mencapai hampir 96 persen.

Jika berhasil menang, Colom akan mencatat sejarah sebagai kandidat Demokrat pertama yang merebut kursi Senat di Mississippi sejak 1982.

Dia juga berpeluang menjadi warga Afrika-Amerika pertama yang memenangkan kursi tersebut sejak 1874.

Peluang Demokrat juga terlihat di Alaska. Kandidat mereka, Mary Peltola, untuk sementara unggul tipis dengan perolehan 48,2 persen suara, dibandingkan senator petahana Partai Republik Dan Sullivan yang memperoleh 47,9 persen.

Trump Persoalkan Perolehan Suara di Alaska

Di tengah persaingan tersebut, Trump juga meluapkan kemarahannya melalui platform Truth Social.

Trump menyoroti keberadaan kandidat independen bernama Dan Sullivan yang dituding kubu Republik sebagai kandidat pengganggu suara atau spoiler bagi senator petahana.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com