- Nilai tukar rupiah melemah tipis ke level Rp18.089 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 6 November 2026.
- Pelemahan rupiah tersebut disebabkan oleh sentimen negatif global yang membuat investor menahan modal mereka.
- Sebagian besar mata uang di kawasan Asia juga bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah terhadap dolar AS.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (6/11/2026). Mata uang Garuda tertekan sentimen negatif dari pasar global, meskipun data ekonomi domestik menunjukkan perkembangan positif.
Mengacu pada data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp18.089 per dolar AS, melemah melemah 7 poin atau 0,04 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.082 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen para investor yang menahan modal atau risk off.
"Rupiah ditutup melemah tipis tertekan sentimen risk off global. Namun data PDB kuartal ketiga Indonesia yang kuat mendukung. Untuk Senin, akan tergantung pada data ekonomi penting AS malam ini yaitu NFP," ujarnya.'
Lukman menambahkan, pergerakan rupiah pada awal pekan depan masih akan dipengaruhi perkembangan sentimen eksternal maupun domestik, terutama data ekonomi Amerika Serikat.
Sementara itu, pergerakan mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah terhadap dolar AS.
Baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah terkoreksi 0,4 persen. Disusul ringgit Malaysia yang melemah 0,27 persen dan dolar Singapura turun 0,26 persen.
Kemudian yen Jepang terdepresiasi 0,15 persen, peso Filipina melemah 0,07 persen, serta yuan China terkoreksi 0,06 persen.
Di sisi lain, rupee India menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan Asia setelah naik 0,47 persen. Dolar Taiwan juga menguat 0,26 persen dan won Korea Selatan naik 0,23 persen.
Sementara itu, dolar Hong Kong menguat tipis 0,02 persen terhadap dolar AS (the greenback).