Tewaskan Tiga Prajurit, TNI AD Berupaya Evakuasi Black Box Heli MI-17 yang Jatuh di Kalteng

Sabtu, 07 November 2026 | 10:29 WIB
Proses evakuasi korban kecelakaan Helikopter MI-17 di Seruyan.
BACA 10 DETIK
  • TNI AD berupaya mengambil black box helikopter MI-17V5 yang jatuh di Seruyan untuk menyelidiki penyebab kecelakaan.
  • Kecelakaan helikopter saat misi pemadaman karhutla itu menewaskan tiga prajurit TNI AD.
  • Lima orang prajurit dilaporkan selamat dari insiden tersebut dan kini sedang menjalani perawatan di RS Kuala Pembuang.

Suara.com - TNI Angkatan Darat (AD) masih berupaya mengambil black box helikopter MI-17V5 yang jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Perangkat perekam penerbangan itu diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab kecelakaan yang menewaskan tiga prajurit TNI AD.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Donny Pramono mengatakan, tim investigasi masih mengumpulkan fakta dan bukti di lokasi kejadian. Hingga kekinian, penyebab jatuhnya helikopter bernomor registrasi HA-5235 tersebut belum dapat dipastikan.

Tim investigasi mengupayakan pengambilan dua perangkat perekam, yakni Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR).

Keduanya dapat memberikan informasi mengenai kondisi penerbangan serta komunikasi di dalam kokpit sebelum kecelakaan terjadi.

“Tim juga tengah mengupayakan pengambilan black box, yakni Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR), yang diharapkan dapat memberikan data penting terkait kondisi penerbangan dan komunikasi di dalam kokpit sebelum terjadinya kecelakaan,” kata Donny dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).

Donny meminta publik tidak berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan karena proses investigasi masih berlangsung.

TNI AD memastikan pemeriksaan dilakukan berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan di lapangan.

“Kami meminta semua pihak untuk bersabar dan memberikan ruang kepada tim investigasi agar dapat bekerja secara profesional, objektif dan berdasarkan fakta serta bukti yang ditemukan di lapangan,” ujarnya.

Helikopter Mi-17V5.

Lima Selamat

Helikopter MI-17V5 HA-5235 mengalami kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Helikopter tersebut sebelumnya lepas landas dari Kuala Pembuang menuju Telaga Pulang pada pukul 09.55 WIB.

Insiden terjadi ketika helikopter melakukan pengambilan air laut untuk operasi water bombing.

Dugaan awal, kecelakaan terjadi saat pelaksanaan tugas pemadaman karhutla. Namun, penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.

Tiga prajurit TNI AD gugur dalam kecelakaan tersebut, yakni Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, dan Sertu (Anumerta) Heri. Sementara lima orang lainnya selamat dan menjalani perawatan di RS Kuala Pembuang.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com