NTB.Suara.com – Politisi senior partai PDI Perjuangan Panda Nababan kembali mengungkap sebuah rahasia keluarga Bung Karno yang jarang diketahui oleh public. Terutama perlakukan Soeharto ketika berkuasa kepada keluarga Bung Karno.
Panda bercerita pada 1972 dia menemani puteri Bung Karno, Rahmawati untuk berziarah atau nyekar ke makam bung Karno di Blitar, Jawa Timur. Perjalanan jauh dari Jakarta pun ditempuh oleh keduanya.
Ketika sampai di depan makam Bung Karno, Rahmawati dan Panda malah dilarang masuk oleh aparat yang menjaga makam Bung Karno. Alasan aparat tersebut harus ada izin dari komandan Kodim siapapun yang ingin masuk ziarah ke makam proklamator tersebut.
“Tidak bisa saya lupakan dengan Rahmawati, kami datang tahun 72 ke makam Bung Karno, waktu itu masih kawat duri, kita tidak masuk karena tidak bisa izin dari Kodim. Nangis-nangis Rahma Itu kan makam bapakku. Aparat itu tetap tidak mengizinkan karena harus izin komandan kodim, alasannya waktu itu Komandan Kodim ke Surabaya,” cerita Panda di youtube Total Politik.
Perlakuan Soeharto tersebut menurut Panda adalah hal yang tragis dalam sejarah Indonesia. Pemilihan Blitar sebagai tempat pemakaman Bung Karno pun bertujuan untuk menjauhkan Bung Karno dari masyarakat dan pengikut yang mencintai Bung Karno.
Sebenarnya Bung Karno berwasiat agar dimakamkan di Batutulis, tetapi Soeharto berkehendak memakamkan Bung Karno di Blitar, alasannya karena itu kampung halaman ayahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Puasa Hari ke Berapa Sekarang? Bersiap Sambut Malam Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar
-
Kusunoki's Garden of Gods Ungkap Lagu Opening Jelang Penayangan April 2026
-
Harga Pangan Jakarta Mulai Merangkak Naik di Awal Ramadan
-
Rupiah Menguat, Dolar Melemah Setelah Pidato Kenegaraan Trump yang Kontroversial
-
Alex Noerdin Wafat, 3 Jejaknya di Sepak Bola: Dari Sriwijaya FC hingga Coba Datangkan Ronaldinho
-
Alarm DPRD Jateng: Jangan Cuma Nunggu Pajak, Saatnya BRIDA dan Aset Jadi Mesin Uang!
-
Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IX Halaman 147 Uji Kemampuan tentang Listrik
-
John Herdman dan Timnas Indonesia yang Terancam Minim Kreasi di Guliran FIFA Series 2026
-
KPK Periksa Mantan Wakil Bupati Pati hingga Sejumlah Kepala Desa Terkait Dugaan Pemeresan Sudewo Cs
-
Spesifikasi PC Death Stranding 2: On The Beach, Segera Debut Bulan Depan