NTB.Suara.com - Ada-ada saja ulah wisatawan asing di Bali. Terbaru, sejumlah wisatawan asing ketahuan menggunakan plat nomor kendaraan palsu.
Kini, kasus tersebut sedang diselediki oleh Polda Bali.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan pihaknya sedang mengejar para pelaku pengguna plat kendaraan palsu tersebut.
Dia mengatakan ada yang menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua. Bahkan, ada yang menggunakan plat Rusia.
Kasus ini muncul ke permukaan setelah pihaknya banyak menerima laporan dari warga dan petugas di lapangan.
Bahwa, banyak WNA yang tak menggunakan plat kendaraan resmi, namun menggunakan plat yang dimodifikasi.
"Modusnya menggunakan plat nomor kendaraan tidak sesuai aturan," kata Satake Bayu dikutip dari Antara, Minggu (5/3/2023).
Dia mengatakan warga Rusia yang paling banyak dilaporkan menggunakan plat nomor kendaraan palsu.
"Sampai saat ini kendaraan roda empat dan roda dua yang menggunakan nopol Rusia tersebut, masih dalam pengejaran dan kita pastikan akan jadikan target operasi," kata Satake Bayu.
Baca Juga: Genap 36 Tahun, Ini 7 Series Reza Rahadian yang Sayang untuk Dilewatkan
Dia mengimbau kepada siapa pun yang menggunakan plat nomor kendaraan palsu, agar segera menggunakan plat asli.
"Bagi warga masyarakat yang mengetahui keberadaan kendaraan tersebut, mohon kerja samanya untuk melaporkan kepada kepolisian terdekat dan kami akan tindak pengendara tersebut," kata Satake Bayu.
Diwartakan sebelumnya, Polres Klungkung mengamankan empat kendaraan roda dua yang menggunakan plat nomor kendaraan palsu di Nusa Lembongan.
Kendaraan itu dikendarai oleh sejumlah WNA dan masyarakat lokal.
Selain menggunakan plat nomor palsu, mereka juga tidak menggunakan helm SNI, tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi, tanpa identitas diri (Pasport) dan tidak memiliki surat-surat bukti kepemilikan kendaraan.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Tak Diperpanjang, Bangkok United Bongkar Kondisi Pratama Arhan di Akhir Kontrak
-
Curiga Alibi Jatuh di Kamar Mandi, Penjaga Kos di Bandung Diancam Usai Bongkar Kejahatan Pelaku
-
Soal Blok Andaman, Kapolda Aceh Jamin Investasi di Aceh Aman dan Nyaman
-
Sensus Ekonomi DIY Baru 9 Persen, Dibayangi Kekhawatiran Pajak hingga Penolakan Warga
-
Hitung-hitungan Korea Selatan Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026: Pantang Main Aman Lawan Afsel
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
Maut di Sumberpucung Malang: Pengendara Motor Tewas Tertimpa Truk Tetes Tebu
-
Cedera Cristian Romero Bikin Argentina Cemas Menjelang Babak Gugur Piala Dunia 2026