NTB.Suara.com - Hal mengejutkan datang dari sidang perkara Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang suporter Arema FC. Salah satu terdakwa, eks Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi divonis bebas.
Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Abu Achmad Sidqi Amsya memvonis AKP Bambang Sidik Achmadi dalam perkara tewasnya ratusan suporter Arema FC dalam Tragedi Kanjuruhan.
"Menyatakan terdakwa tidak terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan sebagaimana dakwaan jaksa. Membebaskan terdakwa dan memerintahkan dibebaskan dari tahanan," tandas Ketua Majelis Hakim PN Surabaya Abu Achmad Sidqi Amsya dalam amar putusannya yang dibacakan, Kamis (16/3/2023).
Vonis ini jauh dari tuntutan jaksa. Sebab, JPU dalam sidang sebelumnya menyatakan AKP Bambang terbukti terlibat dalam penambakan gas air mata yang menewaskan ratusan suporter dan terbukti melangar Pasal 359 KUHP, Pasal 360 ayat (1) KUHP, dan Pasal 360 ayat (2) KUHP, yakni karena kelalaiannya menyebabkan orang mati dan luka berat. JPU pun menuntut majelis hakim agar AKP Bambang divonis tiga tahun penjara.
"Membebaskan terdakwa oleh karena dari dakwaan jaksa tidak terbukti, memerintahkan agar terdakwa dibebaskan dikeluarkan dari tahanan segera setelah putusan," tandas hakim.
Jelas saja, atas putusan ini AKP Bambang menyatakan menerima. Sedangkan JPU masih menyatakan pikir-pikir apakah akan melakukan upaya hukum kasasi atau tidak.
Sebagaimana diketahui, Tragedi Kanjuruhan berlangsung Sabtu, 1 Oktober 2022 malam. Setelah pertandingan antara Arema FC vs Persebaya berkesudahan dengan skor 2-3, beberapa suporter Arema FC masuk ke lapangan.
Polisi menembakkan gas air mata, termasuk ke arah tribun. Akibatnya ratusan suporter meninggal dunia. (Antara)
Baca Juga: Ammar Zoni Ditangkap Polisi Bersama Barang Bukti 1 Gram Sabu, Bagaimana Nasib Irish Bella?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen
-
Kuasa Hukum Sebut Kematian Santri di Lombok Murni Kecelakaan, Bantah Ada Unsur Kesengajaan
-
Terungkap, Peneror Bom SDN Srengseng Ternyata Pengangguran yang Pusing Dikejar DC Pinjol
-
Bukan Baterai Inilah Biang Kerok Kerusakan Mobil Listrik yang Paling Menguras Isi Dompet
-
4 Micellar Water dengan Dual Phase, Solusi Praktis Angkat Makeup Waterproof
-
Misteri Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus, Benarkah Barang Titipan?
-
Proses Syuting Selesai, The Lincoln Lawyer Siap Akhiri Kisah di Season 5
-
Syarat KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah? Begini Aturannya
-
Kejagung Digeruduk, Massa Desak Program MBG Disetop
-
Bukan Orang Pidsus! Kejagung Pilih 9 Jaksa Eks KPK untuk Garap Kasus Febrie Adriansyah