NTB.Suara.com - Seorang pria berinisial MI yang mengaku sebagai Staf Khusus (Stafsus) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H Zulkieflimansyah diduga telah menipu seorang perempuan asal Kalimantan Tengah (Kalteng) berinisial SA (43).
Perempuan itu bahkan telah melaporkan dugaan penipuan tersebut ke Polres Mataram dengan laporan dugaan penipuan sebesar Rp1 miliar.
"Saya mencoba melapor ke Polres dan mendapat respon positif, dan saya masih menunggu proses penanganannya. Saya merasa sangat putus asa, saya menangis, saya menjerit, di mana letak keadilan buat saya," katanya.
SA menceritakan kronologis dirinya mengenal MI saat liburan di Bima, beberapa tahun lalu. Ketika itu, MI menjadi seorang sopir kendaraan yang digunakan untuk liburan di Bima.
Selanjutnya, ia kembali bertemu di Kota Mataram, dan saat itu MI mengaku sebagai Staf Khusus) Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, yang dipekerjakan di Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) NTB.
Bahkan, kata SA, oknum MI tersebut mengaku sebagai Ketua organisasi Islam terbesar di NTB, dan murid Tuan Guru Bajang.
"MI meminta saya buat kerja sama dengannya. Dia mengatakan mumpung karena dia orang dalam dan bisa gampang dapat proyek," ujarnya.
Ia mengatakan MI sering mengirim foto sedang mengikuti rapat dengan kepala dinas dan gubernur. Bahkan sering video call ketika bersama pejabat.
Melihat fakta tersebut, SA mengaku tidak ragu mentransfer uang tanpa ada kuitansi atau pun surat perjanjian dan uang tersebut katanya untuk proyek di Dinas PU, Dinas Perkim, dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB.
Baca Juga: Resep Menu Berbuka Unik untuk Si Kecil, Biar Makin Semangat Menjalankan Puasa
"Saya mentransfer secara bertahap sesuai dengan kebutuhan yang diminta MI. Dana yang saya transfer mencapai kurang lebih Rp1 miliar," tuturnya.
Ia mengatakan MI juga mengaku sebagai duda. Bahkan, berani bersumpah anak dan ibunya mati jika ia berbohong.
Sampai pada akhirnya, SA mengaku mau diajak menikah pada 17 September 2022. Namun setelah menikah MI meminta dirinya mentransfer uang sebesar Rp300 juta.
"Setelah menikah selama satu bulan, muncul kecurigaan. Akhirnya saya memutuskan untuk melakukan penyelidikan," ucapnya.
Setelah melakukan penyelidikan di Dinas PU, ternyata MI bukan seorang PNS dan Staf Khusus Gubernur NTB yang dipekerjakan di Dinas PU dan Dinas Perkim NTB.
Mengetahui hal itu, SA mengaku terpukul hingga dua kali masuk UGD Rumah Sakit Siloam Mataram.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Gugatan Tarif Impor Trump Resmi Diajukan 25 Negara Bagian AS
-
4 Ide OOTD Eclectic Retro-Chic ala Momo TWICE untuk yang Suka Eksplor Gaya!
-
Mengenal 7 Jenis Umbi-umbian Lokal, Ada Kimpul yang Kaya Nutrisi dan Bisa Jadi Pengganti Nasi
-
Ramai Isu Tambang di Raja Ampat, Bahlil: Izin yang Masih Aktif Tinggal Satu
-
Soekarno Cup 2026: Dari Lapangan Usia Muda ke Liga Profesional, Ini Skema Besarnya
-
Duduk Perkara Kasus Haji Abdul Halim Ali, Mengapa Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar?
-
Prabowo Tegur Soal Listrik Padam di Kalimantan, Bahlil Janji Gangguan PLN Cepat Beres
-
Febrie Adriansyah Belum Dipecat, Hanya Diberhentikan Sementara Jaksa Agung
-
Sekolah Rakyat Lampung Siapkan Siswa Siap Kerja dan Kuliah
-
Tren Co-Working Kian Berkembang, merch Padukan Produktivitas, Komunitas, dan Wellness