/
Selasa, 04 April 2023 | 13:24 WIB
Relawan Santri Dukung Ganjar (SDG) melakukan sosialisasi di Yayasan Najmul Huda Ketara, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. (Ist)

NTB.Suara.com - Jaringan relawan Santri Dukung Ganjar (SDG) melebarkan sayap sampai ke Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebelumnya, SDG sudah berada di belasan provinsi di seluruh Indonesia.

Koordinator Nasional (Kornas) SDG, Acep Amirudin, sudah melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan berbagai pihak. Tak terkecuali dengan para tokoh di NTB yang dikenal sebagai daerah Pulau Seribu Masjid. 

Ia mengaku terkesan dengan perlakuan dan komitmen para tokoh di NTB yang mendukung program yang akan dilakukan oleh SDG ke depan. 

Menurut acep, mereka senantiasa berkomitmen menjaga keberlangsungan program SDG dan menarik atensi masyarakat terutama kalangan santri dalam mengenalkan SDG sekaligus sosok Ganjar Pranowo.

"NTB mayoritas muslim, bahkan NTB juga punya julukan yakni provinsi dengan 1001 masjid. SDG mengenal banyak sosok Tuan Guru yang berasal dari NTB. Oleh karena itu, SDG merencanakan kegiatan kedepan di NTB. Selain itu, banyak ormas yang mendukung kehadiran dan menyambut baik kerjasama bersama SDG," ucap Acep saat berkunjung di Yayasan Najmul Huda Ketara, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Senin (3/4/2023).

Ia juga merasa bersyukur atas jaringan relawan di wilayah tersebut. Pasalnya, NTB merupakan wilayah dengan mayoritas pemeluk agama Islam. 

Selain itu, banyaknya santri yang menempuh pendidikan tersebar di seluruh Indonesia menjadikan alasan pentingnya NTB bagi SDG.

Dalam kegiatan tersebut, SDG juga memberikan pelatihan terhadap santri dan majelis taklim terkait pemanfaatan gawai untuk memperoleh akses informasi dengan cepat. 

Menurut Acep, masyarakat di wilayah timur perlu didorong untuk lebih melek lagi terhadap teknologi, internet dan perkembangannya.

Baca Juga: Profil Niena Kirana Riskyana Istri Menpora Baru Dito Ariotedjo

"Wilayah timur masih terbelakang dalam hal kemajuan teknologi. Setelah diobservasi ada 'gap year' tentang melek teknologi di kalangan masyarakat, antara masyarakat Jawa dan NTB," ujar Acep.

Untuk itu, kata dia, dengan adanya pelatihan tersebut diharapkan masyarakat maupun santri di NTB, bisa memanfaatkan gawai dan teknologi internet khususnya sebagai sarana berwirausaha untuk kemajuan SDM NTB. 

"Kami coba memperkenalkan pelatihan digital marketing di sini, supaya masyarakat bisa memanfaatkan internet sebagai sarana berbisnis dan memasarkan bisnisnya secara lebih luas di seluruh Indonesia secara digital," ucap Acep. (*)

Load More