Suara.com - Jaringan relawan Santri Dukung Ganjar (SDG) melebarkan sayap sampai ke Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebelumnya, SDG sudah berada di belasan provinsi di seluruh Indonesia, namun belum sampai ke provinsi NTB.
Koordinator Nasional (Kornas) SDG Acep Amirudin sudah melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, tak terkecuali dengan para tokoh setempat.
Acep mengaku terkesan dengan perlakuan dan komitmen para tokoh yang mendukung program yang akan dilakukan oleh SDG ke depan.
Mereka, menurut acep senantiasa berkomitmen untuk menjaga keberlangsungan program SDG dan menarik atensi masyarakat terutama kalangan santri dalam mengenalkan SDG sekaligus sosok Ganjar Pranowo.
"NTB mayoritas masyarakatnya memluk agama muslim, bahkan NTB juga punya julukan yakni provinsi dengan 1001 masjid. SDG mengenal banyak sosok Tuan Guru yang berasal dari NTB. Oleh karena itu, SDG merencanakan kegiatan kedepan di NTB. Selain itu, banyak ormas yang mendukung kehadiran dan menyambut baik kerjasama bersama SDG di sini," ujar Acep di Yayasan Najmul Huda Ketara, Kabupaten Lombok Tengah, NTB ditulis Selasa (4/4/2023).
Acep merasa bersyukur atas jaringan relawan di wilayah tersebut. Pasalnya, NTB merupakan wilayah dengan mayoritas pemeluk agama muslim.
Selain itu, banyaknya santri yang menempuh pendidikan tersebar di seluruh Indonesia menjadikan alasan pentingnya NTB bagi SDG.
"Sebelum melaksanakan sosialisasi di NTB, kami terlebih dahulu melakukan observasi dan konsolidasi kepada tokoh setempat terkait kondisi strategis di NTB. Menariknya, NTB bisa dibilang kota santri namun kehadiran SDG justru baru di provinsi tersebut, padahal jumlah santri yang menempuh pendidikan di luar NTB jumlahnya cukup banyak. Itulah mengapa kami harus memperkuat jaringan ke sini," lanjut Acep.
Dalam kegiatan tersebut, SDG juga memberikan pelatihan terhadap santri dan majelis taklim terkait pemanfaatan gawai untuk memperoleh akses informasi dengan cepat.
Baca Juga: Relawan Sandi Uno Pringsewu Lampung Borong Kuliner UMKM Untuk Dibagikan ke Pengguna Jalan
Menurutnya, masyarakat di wilayah timur perlu didorong untuk lebih melek lagi terhadap teknologi, internet dan perkembangannya.
"Wilayah timur masih terbelakang dalam hal kemajuan teknologi. Setelah diobservasi ada 'gap year' tentang melek teknologi di kalangan masyarakat, antara masyarakat Jawa dan NTB. Padahal saat ini akses internet sudah bisa dijangkau dimana pun, itu yang kita dorong supaya masyarakatnya bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi dengan cepat," ujar Acep.
Maka, dengan adanya pelatihan tersebut Acep berharap masyarakat maupun santri di NTB bisa memanfaatkan gawai dan teknologi internet khususnya sebagai sarana berwirausaha untuk kemajuan SDM NTB. Sebab, saat ini kemajuan teknologi harus sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia dimana pun berada.
"Makanya kami coba kenalkan pelatihan digital marketing di sini, supaya masyarakat bisa memanfaatkan internet sebagai sarana berbisnis dan memasarkan bisnisnya secara lebih luas di seluruh Indonesia dengan memanfaatkan media sosial dan perangkat pengiklanan lainnya," jelas Acep.
Kemudian, Acep berkomitmen untuk mendukung program yang berkelanjutan kepada masyarakat dan santri di NTB melalui kehadiran SDG.
"Selanjutnya, kami akan memberikan program atau pun yang berkelanjutan sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat sesuai komitmen SDG dalam mensejahterakan serta melakukan pemberdayaan terhadap para santri untuk kemajuan masyarakat NTB," pungkasnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan dzikir dan doa bersama untuk kemaslahatan dan keselamatan bangsa Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!
-
Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya
-
Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda
-
Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China
-
Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat
-
Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%
-
Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas
-
Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z
-
Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar