/
Minggu, 09 April 2023 | 14:36 WIB
Nursyah ibu mertua Arie Kriting. (Instagram @mustaminnursyah)

NTB.Suara.com - Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), diterjang banjir pada Selasa (4/4/2023) malam. Nursyah, mertua Arie Kriting pun bersedih karena ribuan warga terdampak bencana alam tersebut.

Ibu mertua Arie Kriting tersebut bersedih karena Kota Bima di NTB, adalah kota kelahirannya. Nursyah mengungkapkan kesedihannya menggunakan lagu berbahasa Bima. 

Ibunda dari Indah Permatasari atau isteri Arie Kriting tersebut memvideokan nyanyiannya dengan aplikasi TikTok, kemudian diposting di akun Instagram pribadinya @mustaminnursyah.

Bahkan dalam video nyanyian yang diiringi petikan gitar tersebut, Nursyah menuliskan judul lagunya "Banjir Melanda Kota Bima NGGAHI RAWI PAHU".

"Banjir Kota Bima, Kota kelahiranku Ngaha Aina Ngoho", ucap Nursyah, dikutip NTB.Suara.com dari akun Instagram @mustaminnusrsyah, Minggu (9/4/2023).

Dalam akun Instagram pribadinya, Nursyah juga menjawab pertanyaan netizen tentang apa arti dari lagu yang dinyanyikan menggunakan bahasa Bima. 

"Banjir karna di gundul hutannya untuk di garap jadi tanaman petani," katanya menjawab pertanyaan pemilik akun @nur.win2008.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima, NTB, Gufran, menyebutkan sebanyak 24 kelurahan yang tersebar di empat kecamatan dilanda banjir pada Selasa (4/4/2023) malam.

Bencana alam tersebut menyebabkan rumah warga terendam air setinggi lutut hingga dada orang dewasa dan sebanyak 4.351 jiwa terdampak. Selain itu, banjir juga merendam tanaman petani di areal persawahan.

Baca Juga: Fuji Bacakan Lirik Lagu Terbaru Thariq Halilintar, Reaksi Sang Kakak Disorot

"Untuk membantu meringankan beban warga yang berpuasa dan terdampak banjir, kami membangun dapur umum yang menyediakan makanan siap santap untuk sahur. Dapur umum tersebut beroperasi selama tiga hari karena Kota Bima dalam status tanggap darurat hingga 14 hari ke depan," katanya dalam keterangannya, Rabu (5/4/2023).

Forum Daerah Aliran Sungai dan Lingkungan Hidup (Fordas-LH) NTB juga menyatakan bahwa banjir yang melanda empat kabupaten/kota di Pulau Sumbawa, termasuk Kota Bima, disebabkan kerusakan hutan lindung. (*)

Load More