NTB.Suara.com - Lembaga Amil Zakat Indonesia Power (LAZ IP) Jeranjang bersama dengan Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) Nusa Tenggara Barat (NTB) memanfaatkan momen Ramadhan 1444 Hijriah untuk menyalurkan bantuan kepada anak yatim, warga lanjut usia (lansia) kurang mampu dan para guru ngaji.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) LAZ IP Jeranjang, Eef Mustofa, menjelaskan program tersebut berasal dari penghimpunan zakat profesi para karyawan PT Indonesia Power (IP) Jeranjang, Kabupaten Lombok Barat.
"Paket bantuan yang dberikan kepada para lansia dalam bentuk kebutuhan pokok. Sedangkan santunan diberikan kepada anak yatim dan guru ngaji," jelasnya.
PT IP merupakan salah satu anak perusahaan PT PLN (Persero), yang menjalankan usaha komersial di bidang pembangkitan tenaga listrik di Indonesia.
Dikatakan dana zakat tersebut disalurkan kepada masyarakat ring satu, yakni delapan dusun yang ada di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat.
"Sebelumnya, penyaluran zakat profesi hanya disalurkan untuk warga Dusun Jeranjang. Namun seiring berjalannya waktu, penyaluran diperluas ke semua dusun di Desa Taman Ayu," ujar pria yang akrab disapa Kang Eef.
Jumlah penerima bantuan sebanyak 495 orang, terdiri atas warga lansia sebanyak 264 orang, anak yatim 157 orang, dan da'i atau guru ngaji 74 orang.
Kang Eef menyebutkan penyaluran bantuan dimulai dari Dusun Bongor Induk, dan digabung dengan Dusun Bongor Mekar Sari, dan Bongor Muhajirin. Kemudian dilanjutkan di Dusun Peseng, yang digabung dengan Dusun Karang Genteng. Setelah itu, di Dusun Jeranjang, Dusun Induk, dan Dusun Gunung Malang.
"Penyaluran bantuan masih berjalan hingga saat ini," ucap Kang Eef.
Baca Juga: Apa Itu Minyak Bintang? Obat Misterius Pasca Pengobatan Ida Dayak Viral
Kepala Cabang Yakesma NTB Ikhsan Jayadi, menjelaskan penyaluran bantuan kebutuhan pokok bagi warga lansia dhuafa dan santunan bagi anak yatim serta guru ngaji yang bersumber dari zakat sangat penting.
Menurutnya dengan mengeluarkan zakat profesi merupakan cara menjaga harta yang dimiliki setiap umat Islam.
"Menyalurkan zakat profesi juga salah satu cara saling membantu antara yang memiliki harta lebih dengan orang berhak menerima atau kurang mampu," ujarnya.
Penyaluran santunan kepada para guru ngaji, lanjutnya, juga bisa menambah semangat dalam pengabdian untuk mencerdaskan anak-anak yang membutuhkan ilmu pengetahuan tentang agama.
"Dan bagi anak-anak yatim, dengan bantuan yang disalurkan mereka tentunya akan terhibur, terlebih pada bulan puasa Ramadhan," tutupnya. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Jazz! MLDSPOT Siap Bawa Vibes 'Fresh 'N Cool' ke Java Jazz Festival 2026
-
Viral Pocong Bawa Parang Datangi Rumah Warga di Pelalawan, Polisi Turun Tangan
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Lansia Tewas Terbakar-Suami Kritis, Polisi Tangkap 9 Orang di Bengkalis
-
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Puluhan Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tampil Elegan di Hari Raya, Koleksi Hijab Ini Angkat Kerinduan pada Keindahan Tanah Suci
-
Giliran Plt Gubri SF Hariyanto Rombak Habis Jajaran Dinas PUPR Riau
-
Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Ini Perbedaannya dengan Takbir Idul Fitri
-
5 HP Midrange Kamera Terbaik 2026 yang Wajib Dilirik, Hasil Foto Setara Flagship!
-
30 Menit di Neraka Azteca: Semifinal Paling Gila yang Ubah Sejarah Piala Dunia