/
Rabu, 12 April 2023 | 12:50 WIB
Ilustrasi Gerhana Matahari Hibrid yang Akan Terjadi pada 20 April (Pixabay/bdabney)

NTB.Suara.com –  Fenomena gerhana matahari 2023 ini, akan terjadi pada kamis, 20 April mendatang tepatnya saat umat muslim masih menjalankan ibadah puasa.

Gerhana matahari ini disebut juga dengan gerhana matahari Hibrid (GMH) yang bisa diamati oleh masyarakat Indonesia.

Namun sebelum menyaksikan gerhana matahari ini, tentunya Anda harus mengetahui maksud dari gerhana Matahari Hibrid ini terlebih dahulu.

Dikutip dari laman resmi bmkg, dikatakan bahwa Gerhana matahari Hibrid adalah suatu kejadian yang membuat matahari, bulan dan juga bumi tepat berada dalam satu garis.

Hal ini akhirnya akan membentuk sebuah piringan bulan, yang teramati lebih kecil daripada piringan matahari.

Jika Anda berada di tempat yang tepat, nantinya akan menyaksikan matahari terlihat seperti bercincin, tepat di saat puncak gerhana.

Bagian tengah gerhana tersebut akan berbentuk gelap, sedangkan di pinggirnya akan terlihat terang.

Hal lain yang juga harus Anda ketahui bahwa, nantinya akan terbentuk dua tipe gerhana yang terbentuk saat terjadi Gerhana matahari Hibrid ini, yakni GMH cincin dan juga GMH total.

Selain itu, nantinya tiga macam bayangan juga akan terbentuk saat terjadinya Gerhana Matahari Hibrid ini, diantaranya adalah antumbra, penumbra, dan juga umbra.

Baca Juga: Indonesia "Sikat" Peluang Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17 Jika Sudah Ada Kode dari FIFA

Jika Anda berada di wilayah yang terlewati antumbra, maka nantinya akan terlihat gerhana Matahari Cincin.

Jika berada di wilayah yang terkena penumbra, maka nantinya hanya bisa mengamati Gerhana Matahari Sebagian.

Sedangkan untuk daerah yang dilewati oleh bayangan umbra, akan merasakan Gerhana Matahari Total.

Sehingga dengan hal ini, tentunya tidak semua wilayah di Indonesia, yang bisa menyaksikan secara penuh gerhana matahari tersebut.(Ainuk Yaqin/*)

Load More