- Pelatih Cesc Fabregas berhasil membawa Como mencetak sejarah lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya musim depan.
- Kepastian tiket Liga Champions diraih setelah Como mengalahkan Cremonese dan finis di posisi keempat klasemen akhir Serie A.
- Keberhasilan ini dicapai berkat performa konsisten tim di penghujung musim dengan meraih empat kemenangan dari lima pertandingan terakhir.
Suara.com - Pelatih Como, Cesc Fabregas, mengaku sudah memiliki firasat timnya akan mencetak sejarah tampil di Liga Champions musim depan untuk pertama kalinya.
Keyakinan itu muncul sebelum Como menghadapi Parma pada pekan ke-37 Liga Italia 2025/2026. Firasat Fabregas akhirnya menjadi kenyataan setelah timnya menang 4-1 atas Cremonese pada Senin dini hari WIB, ditambah kekalahan AC Milan 1-2 dari Cagliari.
Hasil tersebut membuat Como finis di posisi keempat klasemen akhir dengan 71 poin, unggul satu angka atas AC Milan yang harus puas berada di peringkat kelima.
“Saya punya firasat sehari sebelum melawan Parma bahwa jika kami menang dua kali, kami akan lolos ke Liga Champions,” kata Fabregas kepada DAZN Italia.
Keberhasilan ini semakin mempertegas pencapaian luar biasa Como bersama Fabregas. Klub tersebut baru promosi dari Serie B dua musim lalu, namun kini berhasil mengamankan tiket ke kompetisi elite Eropa.
Como akan tampil di Liga Champions musim depan bersama Napoli, Inter Milan, dan AS Roma.
Performa konsisten pada penghujung musim menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Como. Dalam lima pertandingan terakhir, mereka mencatatkan empat kemenangan dan satu hasil imbang.
Di sisi lain, AC Milan justru kehilangan konsistensi setelah hanya meraih satu kemenangan, satu hasil seri, dan menelan tiga kekalahan dalam lima laga terakhir. Juventus juga gagal tampil maksimal dengan catatan satu kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan.
“Saya menunjukkan video seorang pesepeda kepada para pemain. Dia berada di posisi keenam, tetapi di sprint terakhir dia mengayuh lebih keras dan memenangkan balapan. Itulah yang kami lakukan musim ini," ujar pelatih asal Spanyol berusia 39 tahun tersebut.
Baca Juga: 7 Tahun Absen, Gasperini Beberkan Kunci AS Roma Kembali ke Liga Champions
Fabregas turut mengenang awal kedatangannya di Como ketika klub masih berkompetisi di Serie B. Mantan gelandang Arsenal dan Barcelona itu mengaku ikut terlibat membangun fondasi klub, termasuk pusat latihan tim.
Ia pun menyebut keberhasilan Como lolos ke Liga Champions sebagai hasil kerja bersama seluruh elemen tim.
“Kami para pelatih hanya mendorong mereka, memberi opsi, memberi tahu di mana ruang kosong berada, tetapi merekalah yang melakukannya di lapangan. Saya sangat bahagia untuk warga Como, mereka pantas merasakan kebahagiaan ini," tutup dia.
(Antara)
Berita Terkait
-
7 Tahun Absen, Gasperini Beberkan Kunci AS Roma Kembali ke Liga Champions
-
Profil Mirwan Suwarso, Pria Indonesia yang Sukses Sulap Como 1907 Jadi Raksasa Baru Italia
-
3 Klub Pemain Timnas Indonesia yang Berhasil Amankan Tiket Kompetisi Eropa
-
Keajaiban Como 1907: Tim Berisi Remaja yang Dibawa Fabregas ke Liga Champions
-
AC Milan Gagal ke Liga Champions Usai Tumbang dari Cagliari di San Siro
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan