Bola / Bola Dunia
Selasa, 26 Mei 2026 | 06:04 WIB
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini. (Dok. AS Roma)
Baca 10 detik
  • AS Roma memastikan tiket Liga Champions setelah mengalahkan Verona 2-0 pada akhir musim Serie A 2025/2026.
  • Pelatih Gian Piero Gasperini membawa Roma finis peringkat ketiga berkat konsistensi meraih kemenangan di tujuh laga terakhir.
  • Penyerang Donyell Malen berkontribusi besar dengan mencetak 14 gol meskipun tim sempat terkendala banyaknya pemain yang mengalami cedera.

Suara.com - Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, mengungkapkan konsistensi menjadi faktor utama yang membawa Giallorossi kembali tampil di Liga Champions setelah tujuh tahun absen.

Roma memastikan tiket ke kompetisi elite Eropa tersebut setelah menutup musim Liga Italia 2025/2026 dengan kemenangan 2-0 atas Verona pada Senin dini hari WIB.

“Kami berbicara satu sama lain dan mengatakan bahwa untuk lolos ke Liga Champions, kami membutuhkan enam atau tujuh kemenangan beruntun. Kami belum pernah melakukannya sepanjang musim, tetapi kami menyimpannya untuk momen yang tepat," kata Gasperini kepada DAZN Italia.

Hasil itu membuat Roma finis di posisi ketiga klasemen akhir dengan 73 poin. Giallorossi pun memastikan diri lolos ke Liga Champions musim depan bersama Inter Milan, Napoli, dan Como.

Performa impresif Roma terlihat dalam tujuh pertandingan terakhir Serie A. Setelah kalah 2-5 dari Inter Milan pada 6 April 2026, tim ibu kota Italia itu mampu bangkit dengan mencatatkan enam kemenangan dan satu hasil imbang.

Roma meraih kemenangan atas Pisa (3-0), Bologna (2-0), Fiorentina (4-0), Parma (3-2), Lazio (2-0), dan Verona (2-0). Sementara satu-satunya hasil imbang didapat saat menghadapi Atalanta dengan skor 1-1.

“Kami memulai dengan baik, membungkam sebagian kritik, tetapi yang terpenting mendapatkan kepercayaan dari suporter, dengan stadion yang selalu penuh,” ujar Gasperini.

Selain konsistensi permainan, Gasperini turut menyoroti kontribusi penyerang asal Belanda Donyell Malen yang dipinjam dari Aston Villa pada musim ini.

Malen tampil tajam bersama Roma dengan mencatatkan 14 gol dan dua assist dari 18 pertandingan Liga Italia.

Baca Juga: Profil Mirwan Suwarso, Pria Indonesia yang Sukses Sulap Como 1907 Jadi Raksasa Baru Italia

“Kehadiran Malen jelas memberi peningkatan besar, tetapi di saat yang sama kami kehilangan Dybala, Soule, dan Dovbyk karena cedera, sehingga opsi di lini depan menjadi sangat terbatas," tutur mantan pelatih Atalanta itu.

(Antara)

Load More