NTB.Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo mengaku senang melihat penampilan Timnas Indonesia U-22.
Meski kalah penampilan Ronaldo Kwateh dkk cukup bagus dan menghibur.
Menurutnya, penampilan dari Timnas Indonesia U-22 positif, kerja sama tim juga berjalan baik.
Tapi hanya satu hal yang membuat Timnas Indonesia U-22 kalah dari Lebanon, yakni persoalan mental yang kurang bagus.
"Saya melihat secara keseluruhan sudah baik. Kerja sama tim juga berjalan bagus," ujar Dito dikutip dari laman Antara News pada Sabtu (15/4).
"Kemasukan pada menit terakhir, saya kira karena persoalan mental," jelasnya.
Timnas Indonesia U-22 memang gagal mendapatkan hasil terbaik di laga uji coba.
Dari dua laga yang sudah dijalani Timnas Indonesia U-22 belum pernah mendapatkan kemenangan.
Pertama mereka ditahan imbang oleh Bhayangkara FC pada 11 April 2023.
Baca Juga: CEK FAKTA: Amanda Manopo Gunakan Hijab Buka Puasa Bareng Arya Saloka
Kemudian kalah dari Lebanon dengan skor 1-2.
Meski begitu Garuda Muda sebenarnya belum tampil dengan skuad terbaiknya. Pasalnya masih ada beberapa pemain yang belum bergabung.
Seperti Witan Sulaeman, Muhammad Ferarri, Marselino Ferdinan dan Pratama Arhan.
Dengan fakta tersebut, dua pertandingan terakhir Timnas Indonesia U-22 belum menurunkan skuad terbaiknya.
Menpora Dito mengaku cukup optimistis Garuda Muda bisa mendapatkan medali emas di SEA Games 2023.
Terlebih Indra Sjafri telah menjamin semua pemain yang bermain di Liga 1 dipastikan bisa bergabung ke Timnas Indonesia U-22.
Kepastian Pratama Arhan dan Marselino Ferdinan bisa memperkuat Timnas U-22 Indonesia juga menjadi kabar gembira.
"Saya tetap optimistis mereka akan memberikan prestasi medali terbaik pada SEA Games 2023 nanti," ujar Dito.
Pada SEA Games 2023 Timnas Indonesia U-22 tergabung di Grup A bersama Kamboja, Myanmar, Filipina dan Timor Leste. (Mf Ifta/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026