NTB.Suara.com - Nama Awbimax Reborn mendadak mewarnai jagat maya. Hal ini karena pria bernama asli Bima Yudho Saputro ini mengkritik pemerintah daerah Lampung lewat video pendek yang diunggah di TikTok.
Buntut dari video pendek tersebut, Bima (sapaan akrab Awbimax) dilaporkan oleh seorang pengacara bernama Gindha Ansori atas tuduhan penyebaran SARA karena menyebut Lampung dengan kata “dajjal”.
Tak hanya itu saja, keluarga besar Bima di Lampung diduga mendapat banyak ancaman dari pihak-pihak terkait.
Baru-baru ini, ayah kandung Bima, Juliman secara khusus melakukan panggilan video dalam sebuah acara televisi. Di sana, Juliman berdebat tipis-tipis dengan Gindha Ansori. Puncaknya, Gindha Ansori menyinggung Bima yang disebut tidak santun dalam menyampaikan kritik di media sosial.
“Semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang, maka dia akan semakin santun dalam rangka menyampaikan (kritikan), karena ini berkaitan dengan ukuran kesopanan, ukuran tata nilai yang dia punya,” ujar Gindha Ansori saat berhadapan dengan ayah Bima Yudho Saputro seperti yang dikutip NTB.Suara.com dari akun TikTok @sixtytwonews.
Tak terima anaknya disebut tidak santun, ayah Bima ini lantas berkata:
“Sekarang begini, apa artinya orang itu sopan santun tapi berkorupsi dengan dia bicaranya kotor tapi dia jujur, lurus, tegas dan berani? Baik mana?” skakmat Juliman.
Lebih lanjut, Juliman pun berkata. “Bicara masalah pendidikan ini sekarang ya ini, anak saya diterima di Australia-nya tiga perguruan tinggi negeri, di Amerika dua. Tapi di Republik Indonesia tidak dipakai. Itu data-data real itu,”
“Tingkat pendidikan perbandingan di dunia jauh (dengan) UI, ITB, UGM. Bisa lihat dibandingkan dengan perguruan tinggi anak saya ini urutannya. Masalah ke kritikan pendidikan, real itu mas, itu tuh,” bela Juliman.
Mendengar jawaban Juliman, para audiens pun terdengar lebih riuh. Sedangkan Gindha Ansori terlihat hanya terdiam sembari tersenyum tipis. Jawaban ini pun membuat warganet menyebut keluarga Juliman sebagai keluarga cerdas.
Seperti diketahui, Bima Yudho Saputro kini masih berada di Australia untuk menempuh Pendidikan. Kritik yang disampaikannya terkait dengan provinsi Lampung dilakukannya lewat media sosial TikTok. (Riadin Asy/*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Danau Sunter Disulap Pemprov DKI, Siap Gelar Jakarta Watersport Festival 2026
-
Staf KPK Jadi Tersangka, Bocorkan Informasi Kasus Bupati Pemalang ke Ayahnya
-
Mengapa Tokoh Lintas Iman Mendesak Pengesahan RUU Masyarakat Adat demi Hutan Papua?
-
Ngaku Petugas PLN, Malah Bikin Dompet Gelap! Penjual Pakaian di Pangandaran Tertipu
-
Deddy Sitorus Tolak Minta Maaf ke Wartawan: Jangan Fitnah, Saya Bisa Lapor Balik
-
Rumah Sakit Rp161 Miliar Mulai Dibangun di Gowa, Pasien Tidak Harus ke Makassar
-
Tak Sekadar BBM dan Listrik, Kisah Inspiratif di Balik Distribusi Energi
-
Guru SD di Buleleng Jadi Tersangka Pencabulan Siswi
-
Today History 30 Juli, Final Piala Dunia Pertama Hingga Hari Lahir DN Aidit
-
Jujur, Kans Shin Tae-yong Loloskan Persija dari Fase Grup Piala Presiden 2026 Sulit