NTB.Suara.com – Dilengkapi dengan kunci jawaban, simak latihan soal UTBK SNBT 2023 materi Bahasa Indonesia berikut. Calon mahasiswa dapat mempelajari materi dan kisi-kisi yang kemungkinan akan keluar di soal ujian UTBK 2023 nanti.
Berikut ini adalah latihan soal SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes).
Salah satu tes yang akan diujikan dalam SNBT 2023 yaitu tes skolastik Literasi Bahasa Indonesia.
Pada tes skolastik literasi Bahasa Indonesia terdapat pertanyaan mengenai ide pokok, permasalahan, atau kesimpulan dari teks yang disajikan.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut contoh latihan soal UTBK SNBT 2023 materi Bahasa Indonesia.
Teks ini digunakan untuk menjawab soal nomor 1 dan 2.
(1) Para peneliti dari Jepang menemukan bahwa dalam skala waktu geologis, satu spesies pohon hutan hujan tropis telah mengalami banyak perubahan. (2) Dalam sebuah laporan penelitian terbaru, para peneliti dari University of Tsukuba mengungkapkan bahwa Shorea parvifolia, spesies pohon hutan hujan tropis, telah mengalami ekspansi populasi yang cepat di Borneo.
(3) Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang masa lalu spesies menjadi kunci untuk memastikan keberadaannya pada masa depan. (4) Profesor Yoshihiko Tsumura, sebagaimana dilansir EurekAlert, mengatakan bahwa Shorea parvifolia tersebar luas di Asia Tenggara.
(5) Struktur genetik Shorea parvifolia dipengaruhi oleh fluktuasi glasial dan interglasial yang berulang. (6) Perubahan genetik ini memberikan pengetahuan untuk memastikan keberadaannya pada masa depan.
(7) Untuk memeriksa genetiknya, para peneliti mengambil sampel daun dari pohon dalam populasi alami yang mencakup hampir seluruh rentang geografis S. parvifolia. (8) Tim menggunakan penanda DNA nukleus dan data pengurutan DNA dari kloroplas (struktur sel tumbuhan yang melakukan fotosintesis) untuk memeriksa struktur genetik spesies tersebut.
Baca Juga: Kisi-kisi Kunci Jawaban dan Latihan Soal Tes Trik Jitu Lolos Seleksi CPNS 2023, Simak!
(9) Analisis DNA tersebut menunjukkan bahwa S. parvifolia telah mengalami ekspansi populasi baru-baru ini di Borneo. (10) Spesies ini kemungkinan besar bermigrasi dari Semenanjung Malaya ke Borneo dan kemudian mengalami peningkatan populasi besar sehingga menghasilkan keragaman genetik yang cukup besar.
1. Topik yang dibahas pada bacaan tersebut adalah …
A. Beberapa perubahan yang terjadi pada Shorea parvifolia.
B. Shorea parvifolia baru-baru ini mengalami ekspansi populasi.
C. Penelitian tentang Shorea parvifolia oleh para peneliti dari Jepang.
D. Penggunaan DNA untuk meneliti genetika Shorea parvifolia.
E. Pentingnya penelitian tentang Shorea parvifolia untuk masa depan.
2. Kalimat yang dicetak miring pada paragraf 2 memiliki makna yang sama dengan ...
A. Para peneliti mengambil contoh daun dari pohon dalam populasi yang mencakup semua batas jangkauan geografis S. parvifolia untuk memeriksa genetiknya.
B. Untuk memeriksa genetiknya, sampel daun yang berasal dari pohon dalam populasi alami diambil oleh peneliti yang mencakup hampir seluruh rentang geografis S. parvifolia.
C. Para peneliti mengambil sampel daun dari pohon dalam populasi alami yang mencakup seluruh rentang geografis S. parvifolia untuk diperiksa genetiknya.
D. Contoh daun dari pohon dalam populasi alami yang mencakup hampir semua batas jangkauan S. parvifolia diambil oleh para peneliti untuk diperiksa genetiknya.
E. Untuk memeriksa genetiknya, sampel daun dari pohon dalam populasi yang mencakup seluruh batas jangkauan geografis S. parvifolia diambil oleh para peneliti.
Teks ini digunakan untuk menjawab soal nomor 3, 4, dan 5.
(1) Sebuah penelitian dari University of Manchester mengungkapkan bahwa penggunaan media sosial berkontribusi terhadap kesehatan mental yang buruk di Indonesia. (2) Para peneliti menyurvei 22.423 individu berusia 20 tahun ke atas yang menggunakan media sosial daring Facebook, Twitter, dan lainnya.
(3) Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial membahayakan kesehatan mental orang dewasa. (4) Peningkatan satu standar deviasi dalam penggunaan media sosial oleh orang dewasa setara dengan peningkatan 9 persen dalam skor CES-D (Center for Epidemiologic Studies Depression Scale) yang merupakan alat ukur untuk gejala depresi.
(5) Berdasarkan survei Riset Kesehatan Dasar Indonesia terbaru, prevalensi individu dengan gangguan jiwa karena media sosial di tanah air diperkirakan 11,8 juta orang. (6) Hal ini menunjukkan bahwa teknologi dapat memiliki sisi negatif.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Rayakan 10 tahun, Manga The Promised Neverland Siap Rilis One Shot Spesial
-
Merayakan Luka Tanpa Sensor: Catatan Patah Hati di Buku Arman Dhani
-
Menggugat Kesadaran Sosial di Buku Malam Terakhir karya Leila S. Chudori
-
Erin Mantan Istri Andre Taulany Bantah Aniaya ART, Siap Polisikan Balik atas Dugaan Fitnah
-
OKX Gandeng BlackRock & StanChart, Sulap Surat Utang AS Jadi Jaminan Kripto
-
Ubaya Kawinkan Gelar Juara di Campus League Basketball Regional Surabaya
-
Donald Trump: Raja Charles Akan Bantu AS Lawan Iran
-
Apakah Ada Motor yang Pakai Solar? Ini 5 Motor Diesel Paling Populer
-
Hari Buruh Apakah Libur? Ini Ketentuannya dari Pemerintah
-
Misi Wajib Menang, Persib Bandung Enggan Gegabah Lawan Bhayangkara FC