- Alvin Lie mengkritik kebijakan pengenaan PPN pada tiket pesawat domestik karena dianggap sebagai anomali sistem perpajakan.
- Ketimpangan terjadi karena moda transportasi darat dan laut serta penerbangan internasional tidak dikenakan pajak serupa.
- Penghapusan PPN tiket domestik diproyeksikan menurunkan harga bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas nasional.
Suara.com - Pengamat industri penerbangan nasional, Alvin Lie, memberikan catatan kritis terhadap struktur pembiayaan industri aviasi di Indonesia.
Ia menilai pengenaan instrumen Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada komponen tiket pesawat untuk rute domestik merupakan sebuah bentuk anomali yang nyata di dalam sistem perpajakan sektor transportasi udara nasional.
Alvin menjabarkan draf perbandingan regulasi tersebut dengan memandangnya dari dua sudut pandang berbeda, yaitu regulasi pada penerbangan rute internasional serta kebijakan fiskal pada moda angkutan massal darat maupun laut yang terbebas dari beban PPN untuk layanan penumpang.
"Harga tiket domestik dikenakan PPN ini anomali karena keluar negeri tidak dipungut PPN, kenapa di dalam negeri dipungut PPN?" tutur Alvin Lie saat memaparkan analisisnya kepada awak media.
Ketimpangan Regulasi Pajak Lintas Moda Transportasi
Lebih lanjut, Alvin menggarisbawahi adanya ketimpangan perlakuan fiskal yang dirasakan oleh industri penerbangan jika disandingkan dengan moda transportasi umum berbasis rel atau jalan raya.
Menurutnya, pembebasan pajak yang dinikmati kendaraan angkutan umum lain menciptakan iklim persaingan yang kurang berimbang.
Ia mencontohkan bahwa draf operasional layanan kereta api eksekutif kelas tertinggi maupun armada bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dengan fasilitas paling premium sama sekali tidak dibebani oleh PPN.
Padahal, dari segi nominal, draf tarif tiket transportasi darat kelas super-mewah tersebut kerap kali sudah mendekati batas harga tiket pesawat maskapai berbiaya rendah (Low-Cost Carrier/LCC).
Baca Juga: Pesan Tiket Pesawat Bisa Langsung Lewat Aplikasi BRImo, Ini Caranya
"Transportasi publik lainnya tidak dipungut PPN. Bahkan kereta yang paling mewah, bus yang paling mewah pun yang harga tiketnya mendekati harga tiket pesawat kelas ekonomi LCC itu juga tidak dipungut PPN. Jadi kenapa tiket pesawat dipungut PPN?" papar Alvin mempertanyakan konsistensi kebijakan tersebut.
Kondisi ketimpangan ini, menurut analisis Alvin, menjadi sinyal kuat bagi otoritas keuangan negara untuk segera melakukan draf peninjauan ulang terhadap peta jalan perpajakan di kluster kedirgantaraan. Evaluasi menyeluruh dinilai mendesak agar mampu melahirkan atmosfer persaingan usaha yang lebih adil dan setara bagi seluruh penyedia jasa transportasi publik.
Alvin meyakini, apabila draf PPN tiket pesawat domestik ini dapat direduksi atau dihapuskan, harga akhir yang dibayarkan masyarakat akan menjadi jauh lebih ekonomis. Struktur tarif yang kompetitif tersebut diproyeksikan bakal memicu lonjakan volume pergerakan penumpang udara secara nasional.
Pertumbuhan aktivitas penerbangan sipil ini dipastikan akan membawa dampak rambatan positif (multiplier effect) secara vertikal dan horizontal terhadap lini bisnis turunan, seperti:
- Sektor pariwisata daerah dan perhotelan
- Industri kuliner dan jasa logistik nasional
- Penguatan pasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
Di samping itu, kelancaran arus mobilitas penduduk antarpulau juga dianalisis mampu memperkokoh fondasi perdagangan domestik, mempermudah draf ekspansi investasi, serta mempercepat distribusi tenaga kerja ahli ke berbagai wilayah pelosok tanah air.
Oleh sebab itu, Alvin menegaskan bahwa kebijakan fiskal di bidang perhubungan semestinya ditempatkan sebagai stimulus utama untuk mendorong efisiensi global serta memperkuat daya saing makroekonomi industri transportasi domestik.
Ia meminta pemerintah tidak sekadar melihat tiket pesawat sebagai komoditas tersier, melainkan infrastruktur konektivitas nasional yang vital.
"Yang dibutuhkan di sini adalah niat politik dari pemerintah, apakah mau mendorong agar industri transportasi Indonesia ini jadi lebih efisien, lebih terjangkau dan tentunya nanti lebih berkembang," pungkas Alvin.
Berita Terkait
-
Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Dinilai Tingkatkan Mobilitas dan Perkuat Perekonomian Nasional
-
Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang
-
Pengamat Sentil Menhub soal Wacana Kenaikan Tarif Pesawat: Mau Langgar Aturan?
-
Full Surcharge Resmi Naik hingga 50%, Warganet Mulai Menangis Lihat Harga Tiket Pesawat
-
Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Pemerintah Izinkan Maskapai Kenakan Fuel Surcharge hingga 50 Persen
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal
-
Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite
-
Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama