NTB.Suara.com - Tim penyelamatan dan pertolongan (SAR) telah menemukan satu korban yang meninggal dunia akibat tenggelam di Pantai Tanjung Menangis, Kabupaten Lombok Timur pada Jumat (2/6).
Diketahui, tubuh korban hanyut hingga ke Pantai Maluk, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu.
Hubungan Masyarakat (Humas) Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wisnuwananda mengatakan korban ditemukan oleh dua orang nelayan dalam kondisi mengapung dan sudah meninggal dunia di perairan laut Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, sekitar pukul 11.00 Wita.
"Korban atas nama Ziad berusia 16 tahun," kata dia dikutip dari Antara di Mataram, Senin.
Sehari sebelumnya, tim gabungan SAR berhasil menemukan satu korban lain bernama Gian Heri Apriandi (18), dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan pada hari ketiga setelah kejadian, sekitar 500 meter ke arah timur dari lokasi kejadian awal.
Lanang menjelaskan bahwa dari enam korban yang tenggelam, empat di antaranya telah ditemukan. Dua korban selamat bernama Arya (7) dan Abdul Kholik (45), sementara tiga korban lainnya meninggal dunia, yaitu Abi Holid (13), Ziad (16), dan Gian Heri Apriandi (18). Satu korban, Abdul Hakim (25), masih belum ditemukan.
Satu korban yang belum ditemukan sedang dicari oleh tim gabungan SAR yang menyisir perairan di sekitar Pantai Tanjung Menangis.
Ia mengatakan bahwa upaya pencarian korban melibatkan personel Pos SAR Kayangan, Kabupaten Lombok Timur, bersama dengan anggota TNI Angkatan Darat, polisi, dan warga setempat.
Kronologi kejadian, menurut Lanang, dimulai ketika Arya (korban selamat) tiba-tiba terseret ombak saat mandi di pantai. Empat anggota keluarganya berusaha menolongnya, namun mereka juga tenggelam. Semua korban berasal dari Kecamatan Suralaga.
Dia mengatakan korban yang masih dalam usia SD berhasil selamat, tetapi empat orang yang mencoba menolongnya justru tenggelam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Laba Rp57,13 Triliun, BRI Salurkan Dividen Besar Kepada Pemegang Saham
-
Dari Dapur Tradisi ke Tren Wellness, Jamu Kembali Naik Kelas di Era Kartini Kini
-
IESR Bongkar Dampak dari Kebijakan Bebas Pajak Kendaraan Listrik Dihapus
-
7 HP Oppo Rp1 Jutaan Paling Worth It di 2026, Kamera dan Performa Bagus
-
Maling Tak Punya Nurani! Saat Alat Pantau Gunung Semeru di Malang Digasak
-
Mengapa Parpol Melawan Usul KPK Soal Pembatasan Masa Jabatan Ketua Umum?
-
Ilmuwan AS Tewas dan Hilang Beruntun, dari Peneliti Nuklir hingga Pengamat UFO
-
BRI Optimistis Miliki Ruang Cukup untuk Dorong Ekspansi Kredit secara Selektif
-
Dihantam Tarif AS, ESDM Justru Percepat Ambisi Energi Surya 100 GW
-
Hindia dan Dipha Barus Bicara Soal Generational Trauma di Lagu Baru "Nafas"