NTB.Suara.com - Kepolisian Resor Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, bekerja sama dengan Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri untuk menyelidiki penyebab kematian seorang bocah perempuan berusia 8 tahun.
Bocah tersebut ditemukan dengan luka memar di mulut dan noda darah mengering di wajahnya.
Kapolres Lombok Timur, AKBP Hery Indra Cahyono, menyatakan bahwa tujuan penyelidikan ini adalah untuk memeriksa apakah terdapat DNA orang lain yang ada pada tubuh korban.
"Tujuannya untuk mengecek apakah ada DNA orang lain yang melekat pada tubuh korban," kata Kapolres Lombok Timur AKBP Hery Indra Cahyono saat ditemui di Mataram, Selasa.
Polres Lombok Timur juga bekerja sama dengan Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Bali.
Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil dari laboratorium forensik dan pusat kedokteran. Kasus ini sedang dalam tahap penyelidikan untuk mencari tahu penyebab kematian korban.
Jika dari hasil pemeriksaan forensik dan pusat kedokteran terdapat bukti adanya tindak pidana yang melibatkan orang lain, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolres Lombok Timur menegaskan bahwa mereka akan mengejar siapapun pelaku yang terlibat dalam kasus ini hingga berhasil ditangkap.
Sebelumnya, Polres Lombok Timur telah melakukan serangkaian tahap penyelidikan, termasuk evakuasi jenazah korban bernama RNA, yang ditemukan dalam posisi telungkup miring ke kanan di ladang belakang rumah warga.
Baca Juga: Kasus Revenge Porn di Pandeglang: Pelaku Anak Mantan Pejabat, Korban Dipaksa Bunuh Diri
Setelah evakuasi, dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan rapat bersama keluarga korban. Beberapa saksi, termasuk keluarga korban dan kepala dusun, juga dimintai keterangan.
Dugaan sementara adalah korban meninggal dengan cara yang mencurigakan, sehingga jenazah RNA dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk proses visum.
Namun, Kapolres Lombok Timur menyatakan bahwa mereka belum menerima laporan resmi dari rumah sakit mengenai hasil pemeriksaan tersebut.(Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Ribuan warga Baduy ikuti tradisi Seba 2026
-
Sinopsis Fall, Kisah Terjebak di Ketinggian Ekstrem, Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini
-
35 Personel Gugur Diduga Kelelahan, Rano Karno Janji Perkuat Armada Satpol PP DKI
-
Transformasi Desa Sumberejo Menuju Kemandirian Ekonomi Bersama BRI
-
Bedah Persepsi Peradilan Militer Kejam, Pengamat: Kesalahan Kecil Dampaknya Besar
-
Timnas Hoki Naturalisasi 4 Pemain dari Eropa untuk Hadapi Asian Games 2026
-
Update Harga Pasar Pemain Timnas Indonesia: Jay Idzes Tembus Rp173 Miliar, Mees Hilgers Makin Turun
-
Tayang 6 Mei, Prime Video Rilis Trailer Terbaru Serial Citadel Season 2
-
Grand Final Proliga 2026: Jakarta Pertamina Enduro Ungguli Phonska Plus pada Leg 1
-
Pelindo dan 14 BUMN Luncurkan Kolaborasi TJSL di Raja Ampat, Perkuat Kemandirian Masyarakat 3T