NTB.Suara.com - Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) melakukan asesmen terhadap kondisi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) atas nama Miftahul Jannah, anak yatim penderita penyakit lupus sehingga menyebabkan kulit terkelupas dan benjolan di bagian pinggang.
Miftahul Jannah adalah seorang anak berumur 13 tahun yang tinggal di Dusun Batu Ngerengseng Lauk, Desa Aik Bukaq, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB.
Miftahul Jannah seorang pelajar di SDI swasta di Batu Ngerengseng Lauq, yang menderita penyakit Lupus sejak tahun 2021. Saat ini, anak tersebut tinggal bersama ibunya bernama Murni, sedangkan ayahnya sudah lama meninggal dunia.
Kondisi perekonomiannya terbatas karena ibu kandung Miftahul Jannah tidak bisa mencari pekerjaan karena harus merawat anaknya yang tidak bisa ditinggal .
Ibu kandung Miftahul Janah adalah penerima PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) aktif dengan komponen anak SD.
"Kondisi Miftahul Janah saat ini sangat parah. Kami sudah melakukan asesmen untuk selanjutnya agar segera dilakukan penanganan," kata Kepala Dusun Batu Ngerengseng Lauq, M. Aspawan
Ia mengatakan pendamping PKH yang melakukan asesmen atas nama Sirojuddin. Ada juga dari staf desa yang ikut membantu proses asesmen terhadap Miftahul Jannah.
Hasil asesmen yang dilakukan pada 22 Juli 2023, Miftahul Jannah menderita penyakit Lupus semenjak kelas 4 SD, sehingga saat mau naik kelas 6 penyakitnya semakin parah sampai tidak sanggup ke sekolah dan saat ini hanya bisa terbaring.
Anak tersebut sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Tengah dan dirawat selama 25 hari. Namun karena faktor tidak ada biaya keseharian saat menenami anaknya di rumah sakit, ibunya memutuskan untuk membawa Miftahul Jannah pulang.
Baca Juga: Anak Vicky Prasetyo Jadi Korban Bullying, Imbas Karma Masa Lalu sang Ayah?
"Saat ini, kondisi Miftahul Jannah semakin parah sehingga makan nasi saja sudah tidak mampu, yang mampu dikonsumsi sehari-hari hanya minuman sereal sebagai pengganti makanan pokok," terang M. Aspawan.
Adapun intervensi yang sudah dilakukan, pendamping PKH secara tidak langsung mewawancarai atau melakukan asesmen langsung kepada keluarga.
Pendamping PKH langsung menerima informasi dari kepala dusun yang mengurus administrasi saat miftahul janah masuk rumah sakit. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Meta Hapus 159 Juta Iklan Penipuan dan 150 Ribu Akun Scam, Kolaborasi dengan Polri
-
Panduan Jika Tertinggal Salat Idulfitri, Ketahui agar Tidak Panik saat Terlambat Datang
-
Spirit Inklusivitas Ramadan, Khofifah Gelar Khotmil Qur'an Bersama Perangkat Daerah & Komunitas Tuli
-
Usai 7 Tahun Vakum, Son Dam Bi Siap Comeback Akting Lewat Drama Pendek Baru
-
Antara Hidup dan Mati di Yahukimo: Kepulangan Pilu Lima Warga Sumedang yang Terjebak Janji Palsu
-
TMP Bakal Dikelola Kemenhan, Gus Ipul Sebut Kemensos Tak Punya Kapasitas Cukup
-
5 HP Murah dengan Memori UFS, Anti Lemot saat Buka Banyak Aplikasi
-
Daftar Kantor BRI Bengkulu dan Lampung yang Beroperasi Selama Idulfitri 2026
-
Ikan Nila Mentah Berdarah di Meja Siswa: Skandal MBG di Sukabumi Berujung Sanksi Tegas
-
Ukir Sejarah! Kevin Diks Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Jabat Ban Kapten di Bundesliga Jerman