/
Minggu, 23 Juli 2023 | 21:14 WIB
Budiman Sudjatmiko Saat Bertemu dengan Prabowo Subianto (IG)

NTB.Suara.com – Budiman Sudjatimiko membeberkan alasannya bertemu dengan bakal calon Presiden Prabowo Subianto setelah pertemuan tersebut ramai menjadi perbincangan nasional. Budiman bahkan disebut bakal mendapat sanksi dari partai.

Menurut aktivis 98 ini, dirinya memiliki alasan yang kuat untuk bertemu dengan Ketua Umum Gerindra tersebut, menurutnya Prabowo tidak boleh diabaikan karena dia merupakan bagian dari kelompok nasionalis. “Pak Prabowo merupakan kelompok nasionalis yang tidak bisa diabaikan, saya ingin kelompok nasionalis itu bersatu,” kata Budiman dikutip dari podcast Akbar Faisal Uncensored

Budiman juga mengakui popularitas dan tingkat elektabilitas Prabowo saat ini sangat berpotensi mengantarkan Menhan tersebut untuk menggantikan Presiden Jokowi.

Pendiri PRD ini menyebut dirinya datang ke rumah Prabowo tidak mewakili PDI Perjuangan, tetapi merupakan inisiatif pribadi setelah dia menganalisa situasi politik tanah air. Budiman mengaku bukan pengurus struktur di PDI Perjuangan sehingga dia tidak memiliki kapasitas untuk mewakili partai, dia juga mengaku tidak sedang menjadi bakal calon legislatif di Pileg 2024.

Soal ancaman sanksi dari partai, Budiman mengaku itu merupakan soal lain, yang terpenting dia bisa menyampaikan pikirannya tentang kondisi tanah air, dia juga menegaskan bertemu dengan Prabowo merupakan hal politiknya. 

“Saya punya tanggung jawab moral,” kata Budiman. 

Soal konflik dirinya di masa orde baru saat menjadi aktivis 98 menurutnya harus diselesaikan, akan tetapi Budiman menyebut ada masalah - masalah global yang mengharuskan kelompok nasionalis ini bersatu. 

Prabowo menurut Budiman bisa melanjutkan program Jokowi, sama dengan komitmen Ganjar dan PDI Perjuangan. Sehingga menurutnya dua kelompok yang sama - sama ingin melanjutkan program Jokowi ini bersatu untuk mendapatkan kemenangan besar.

Baca Juga: 5 Tips Menjaga Sperma agar Tetap Sehat Menurut Temuan Ilmiah

Load More