NTB.suara.com - Berpikir tentang motor gede (moge) atau motor besar pasti menghadirkan gambaran tentang Harley-Davidson di benak Anda. Nama ini telah menjadi sinonim dengan gaya dan kekuatan di dunia kendaraan bermotor. Dari jalan-jalan perkotaan hingga jalanan panjang yang tak berujung, Harley-Davidson telah menciptakan identitas yang kuat dan legendaris.
Harley-Davidson, sering disingkat menjadi H-D, adalah produsen sepeda motor asal Amerika Serikat yang berbasis di Milwaukee, Wisconsin. Dalam sejarahnya yang panjang, Harley-Davidson telah mengukir namanya sebagai salah satu ikon otomotif dunia.
Didirikan pada tahun 1903 oleh William S. Harley, Arthur Davidson, Walter Davidson, dan William A. Davidson, perusahaan ini awalnya merintis bisnis mereka dari sebuah gudang kayu kecil di halaman belakang Davidson. Setelah berbagai uji coba dan pengembangan, Harley-Davidson akhirnya memperkenalkan sepeda motor pertamanya pada tahun 1908. Keberhasilan mereka dalam menjual sepeda motor pertama ke polisi Detroit pada tahun 1908 menjadi tonggak awal yang menandai kebangkitan merek ini.
Selama Perang Dunia I pada tahun 1918, Harley-Davidson menjadi pemasok utama sepeda motor militer untuk militer Amerika Serikat. Keberhasilan ini semakin mengukuhkan posisi Harley-Davidson sebagai pemimpin dalam industri otomotif.
Saat berbicara tentang Harley-Davidson, pikiran kita seringkali tertuju pada sepeda motor besar dengan tenaga dan gaya yang luar biasa. Namun, Harley-Davidson juga memahami pentingnya merangkul pemula dalam dunia moge. Itulah mengapa mereka menciptakan Harley-Davidson Street 500 yang lebih ringan dan ramah bagi pemula.
Street 500 adalah salah satu model Harley-Davidson yang dirancang khusus sebagai motor entry level atau cocok bagi pemula. Salah satu aspek yang menonjol dari Street 500 adalah harganya yang relatif terjangkau. Dengan banderol sekitar Rp 273 juta, motor ini memungkinkan lebih banyak orang untuk merasakan pengalaman berkendara dengan ikon otomotif Amerika Serikat yang terkenal ini.
Salah satu hal yang membedakan Harley-Davidson Street 500 adalah desainnya yang ringkas dan sederhana. Motor ini tidak memiliki tampilan yang terlalu mencolok, namun tetap memancarkan pesona khas Harley-Davidson. Bobotnya yang full loaded mencapai 233 kg, tetapi ini masih tergolong ringan untuk motor besar.
Ketinggian jok hanya sekitar 720 mm, yang ramah bagi pengendara dengan postur tubuh standar. Hal ini memungkinkan pengendara untuk dengan mudah mencapai tanah dengan kaki mereka saat berhenti. Total panjang motor ini adalah 2.215 mm, dan jarak sumbu roda mencapai 1.520 mm.
Meskipun dimensi ini terlihat besar, namun Street 500 mudah untuk dikendalikan, bahkan oleh pemula.
Meskipun Street 500 adalah salah satu model Harley-Davidson yang paling kecil, konfigurasi mesin V-Twin yang menjadi ciri khas merek ini tetap dipertahankan. Motor ini ditenagai oleh mesin Revolution X yang memiliki kapasitas bersih sekitar 494 cc dengan ukuran diameter x langkah sekitar 69 mm x 66 mm. Rasio kompresinya tidak terlalu tinggi, yaitu sekitar 10,5:1. Mesin ini juga dilengkapi dengan sistem injeksi elektronik dan pendingin cairan.
Baca Juga: Kasus Bullying Siswa SMP di Jakarta Bikin Murka, Video Disebar Pelaku di Media Sosial
Gelegar suara knalpot masih keluar meski kapasitas mesin yang lebih kecil dibandingkan dengan sebagian besar model Harley-Davidson lainnya, Street 500 tetap mampu menghasilkan torsi yang cukup mengesankan. Dengan torsi mencapai 40 Nm yang tersedia pada putaran rendah, mulai dari 3.750 rpm, motor ini mampu memberikan performa yang baik meskipun kategori pemula.
Keuntungan lain dari mesin ini adalah konsumsi bahan bakarnya yang cukup efisien, dengan klaim mencapai 27,7 kilometer per liter. Dengan tangki berkapasitas 13 liter, Street 500 dapat menempuh jarak lebih dari 360 kilometer sebelum harus mengisi bahan bakar lagi. Hal ini membuatnya menjadi pilihan menarik, terutama untuk model Harley-Davidson.
Harley-Davidson Street 500 adalah contoh bagaimana Harley-Davidson merangkul pemula dalam dunia motor gede. Dengan harga yang terjangkau dan desain yang ramah pemula, motor ini memberikan kesempatan kepada lebih banyak orang untuk merasakan kekuatan dan gaya dari merek legendaris Amerika Serikat ini. Meskipun lebih kecil dari sebagian besar motor Harley-Davidson lainnya, Street 500 tetap mempertahankan esensi moge idaman kaum Adam. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan