Salah satu aspek menarik dari kompleks makam ini adalah kisah di balik pemimpin yang dimakamkan di sini, yakni Aji Natan.
Menurut hasil wawancara dan inskripsi nisan yang menggunakan huruf Arab, masa pemerintahan Aji Natan berlangsung sekitar 40 tahun. Ia memimpin wilayah tersebut dan berperan penting dalam sejarah Kerajaan Paser.
Aji Natan wafat pada tahun 1367 Hijriyah atau sekitar tahun 1947 Masehi. Ini adalah bukti konkret dari sejarah yang kaya di wilayah Penajam Paser Utara.
Dengan adanya inskripsi nisan ini, kita dapat memetakan perjalanan waktu dan mengenang jasa-jasa pemimpin yang telah lalu.
Selain Sungai Tunan Aji Natan, ada juga kompleks makam keluarga Aji Raden yang dapat ditemui di anak sungai wilayah Sesulu. Sejarahnya juga tak terlepas dari keberadaan Kerajaan Paser yang pernah menguasai wilayah tersebut.
Perjalanan menuju kompleks makam ini mungkin sedikit lebih mudah, namun masih mengharuskan Anda untuk berjalan kaki selama sekitar 20 menit melalui jalan setapak.
Lokasinya berada di Kecamatan Sesulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dan memiliki koordinat geografis 50 M 0458029 9844453 dengan elevasi sekitar 6 meter di atas permukaan laut.
Kompleks makam keluarga Aji Raden memiliki ciri khas yang unik. Di sebelah utara, kompleks ini berbatasan dengan semak belukar, sedangkan di selatan terdapat jalan setapak dan laut.
Di timur, juga terdapat semak belukar, sementara di barat, kita akan menemui pemandangan yang serupa. Kompleks ini dikelilingi oleh pagar dan kawat berduri, menunjukkan pentingnya pelestarian makam-makam ini.
Baca Juga: Mendunia, Pabrik Mobil Balap Klasik di Gianyar Bali Ini Juga Ciptakan Mobil Milik James Bond
Seperti kompleks makam Sungai Tunan Aji Natan, kompleks ini juga memiliki makam lengkap dan tidak lengkap. Terdapat tujuh makam utuh yang terbuat dari kayu ulin, sementara beberapa lainnya hanya memiliki nisan tanpa jirat.
Jumlah nisan tipe pipi di kompleks ini mencapai 20, dan beberapa di antaranya dihiasi dengan berbagai motif. Selain itu, ada juga 27 nisan tipe silindrik dengan bagian puncak yang menyerupai mahkota.
Salah satu nisan tipe pipih di kompleks ini memiliki inskripsi dalam huruf Arab dan aksara Lontara (Bugis-Makassar), serta hiasan flora. Ini adalah bukti betapa kaya akan budaya dan sejarah yang terkandung di dalam kompleks makam keluarga Aji Raden.
Makam-makam pemimpin yang terletak di Sungai Tunan Aji Natan dan Sesulu adalah bagian yang tak terpisahkan dari warisan sejarah Indonesia yang kaya.
Namun, selain sebagai penanda makam para pemimpin, kompleks-kompleks ini juga menyimpan makna yang mendalam dalam budaya dan sejarah masyarakat setempat.
Makam-makam ini menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang Kerajaan Paser dan peran penting Aji Natan serta Aji Raden dalam mengelola wilayah ini.
Di dalamnya terkandung nilai-nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Penajam Paser Utara. ***
Tag
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok