NTB.suara.com - Ducati adalah salah satu merek legendaris dalam industri sepeda motor yang memiliki sejarah panjang sejak awal abad ke-20. Namun, banyak penggemar Ducati lebih mengenal merek ini melalui sepeda motor mereka yang terkenal dengan tenaga dan desain inovatifnya. Sejak pertama kali memulai produksi sepeda motor pada tahun 1946, Ducati telah menjadi salah satu ikon dalam dunia sepeda motor.
Selain sepeda motornya yang luar biasa, Ducati juga menciptakan identitas merek yang kuat melalui logo-logo mereka. Logo adalah salah satu elemen terpenting dalam citra merek sebuah perusahaan. Ia menjadi wajah dari perusahaan tersebut dan mencerminkan nilai-nilai, sejarah, dan visi perusahaan.
1926 - 1935: Awal Mula Ducati
Pada tahun 1926, tiga bersaudara Ducati, yaitu Bruno Cavalieri Ducati, Marcello Cavalieri Ducati, dan Adriano Cavalieri Ducati, mendirikan Societá Scientifica Radio Brevetti. Perusahaan ini awalnya berfokus pada produksi komponen radio. Logo pertama Ducati yang diadopsi oleh ketiganya terdiri dari dua huruf "S" yang berpotongan dan diputar ke dalam sehingga hanya area dekat ujung yang disentuh.
Huruf-huruf ini ditulis dengan warna hitam di dalam lingkaran putih dengan pinggiran hitam tipis dan berdiri di atas sambaran petir, yang melambangkan listrik. Nama 'RADIO BREVETTI DVCATI' muncul di bawah dua huruf tersebut dan di seberang tanda petir. Logo ini memiliki desain yang cukup rumit, dan salah satu perubahan terbesar adalah penggantian huruf “U” di Ducati dengan V, sebuah fitur indeks yang digunakan pada era fasis.
1935 - 1949: Perubahan Menuju Produksi Sepeda Motor
Produksi awal Ducati terbatas pada kapasitor radio. Namun, seiring dengan semakin canggihnya perangkat dan semakin populernya mekanik presisi, permintaan terhadap produk tersebut pun meningkat. Hal ini mendorong perubahan besar dalam perusahaan.
Pada tahun 1935, pemilik Ducati mengubah logo mereka. Mereka mengganti logo yang rumit dengan huruf 'SSR' (Societá Scientifica Radio) dalam lingkaran putih. Kata 'Ducati' ditulis dengan huruf kapital di dalam persegi panjang dan ditempatkan di seberang tulisan SSR. Pada tahun 1940, perusahaan ini bahkan memiliki logo kaligrafi, yang merupakan ciri khas pada periode tersebut.
1949 - 1957: Ducati Membuat Identitas Mereknya
Pada tahun 1949, Ducati memulai produksi sepeda motor skala penuh. Hal ini menjadi momen penting dalam sejarah perusahaan karena mereka perlu menciptakan identitas merek yang dapat dikenali oleh konsumen.
Kali ini, logo Ducati tidak lagi berbentuk lingkaran. Mereka fokus pada menampilkan nama merek, "DUCATI," dalam huruf kapital dengan garis luar hitam, putih, dan abu-abu. Logo ini sederhana namun efektif dalam mengidentifikasi produk-produk Ducati.
1958 - 1959: Perubahan dan Ekspansi
Pada tahun 1956, perusahaan Ducati dibagi menjadi dua operasi yang berbeda: satu bergerak di bisnis elektronik, dan satu lagi bergerak di bidang sepeda motor. Seiring dengan perubahan ini, mereka juga membuat perubahan pada logo mereka.
Baca Juga: Rela Gaji Dipotong Demi Bermain di Korsel, Asnawi Mangkualam Bongkar Alasannya
Logo baru mencakup sebuah lingkaran yang terbuat dari karangan bunga laurel hijau di sisi kiri. Di sebelah kanan, terdapat huruf “D” dengan garis merah dan putih. Di bagian depan lingkaran, dua sayap ditambahkan bersama dengan teks yang menunjukkan nama dan lokasi perusahaan, "DUCATI MECCANICA BOLOGNA."
1959 - 1966: Munculnya Simbol Kebebasan
Pada tahun 1960-an, logo Ducati mengalami perubahan lagi. Logo ini melambangkan seekor elang yang bergaya memegang spanduk bertuliskan 'MOTO DUCATI.' Simbol elang ini tidak hanya menjadi simbol kebebasan bagi banyak penggemar sepeda motor, tetapi juga sangat disukai oleh pabrikan Italia.
1967 - 1977: Respons Terhadap Perubahan Zaman
Pada tahun 1968, Ducati merespons pergerakan sosial yang terjadi saat itu, termasuk pemberontakan pemuda dan pertumbuhan komunitas "pengendara mudah." Mereka mengadopsi tema sayap hitam, yang merupakan simbol yang identik dengan sepeda motor Scrambler milik perusahaan. Logo ini lebih sederhana dan lembut dengan nama 'Ducati' yang ditulis miring. Tidak ada lagi perekat pada tangki sepeda motor; sebaliknya, pelat logam dipasang pada permukaannya.
1977 - 1985: Desain oleh Giorgetto Giugiaro
Pada tahun 1975, Ducati meminta desainer terkenal, Giorgetto Giugiaro, untuk menganalisis beberapa desain sepeda motor balap dan membuat desain logo baru. Logo yang dihasilkan terdiri dari nama perusahaan yang ditulis dengan huruf biasa, memiliki garis paralel ganda berwarna hitam, dan ditulis dengan huruf kapital. Logo ini digunakan sampai tahun 1985 ketika Ducati mengalami perubahan besar saat Cagiva membeli perusahaan tersebut dan mendesain ulang logonya.
1985 - 1997: Era Cagiva
Ketika Cagiva mengakuisisi Ducati pada tahun 1985, mereka membuat perubahan besar pada logo untuk mencocokkan citra merek mereka. Logo pertama mereka menggambarkan seekor gajah di atas tulisan 'Ducati' yang ditulis dengan huruf besar dan serif tebal miring, sesuai dengan gaya Cagiva. Namun, pada tahun 1993, gajah kecil tersebut dihilangkan dari logo karena dianggap tidak memiliki komposisi estetis yang baik.
1997 - 2009: Masuknya TPG
Ketika konglomerat TPG membeli Ducati pada tahun 1998, mereka juga membuat perubahan pada logo. Desain Massimo Vignelli menciptakan logo yang menggunakan huruf kapital yang ditulis dengan warna merah dan font Univers Italic. Logo ini diapit oleh grafik melingkar yang terdiri dari dua gaya "D." Namun, logo ini juga memiliki ciri khas yang khas, dan para penggemar Ducati dengan kasih menyebutnya 'Chicco di caffé,' yang berarti "biji kopi" dalam bahasa Italia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Kejutan Kasus BJB! 5 Fakta KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi Butuh Rp 25,23 Triliun, Target Beroperasi 2031
-
Aditya Hoegeng Ungkap Kisah Eyang Meri: Di Belakang Orang Kuat Ada Orang Hebat
-
Sempat Direkrut, Ini Alasan Persis Lepas Clayton Da Silveira
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Arema FC Lepas Odivan Koerich Usai Evaluasi Paruh Musim Super League
-
Bojan Hodak: Dion Markx Masih Harus Adaptasi Bersama Persib
-
Bojan Hodak Pastikan Persib Tak akan Tambah Lagi Pemain Baru
-
Resmi Berseragam Persija, Mauricio Souza Ungkap Alasan Mauro Zijlstra Jadi Rekrutan Penting