NTB.Suara.com - Dua klub miliki TNI dan Polri cukup "sial" di detik-detik terakhir dalam laga pekan ke-13. Persikabo 1973 milik TNI, dan Bhayangkara FC milik Polri harus gigit jari karena gagal meraih poin justru pada detik-detik terakhir.
Persikabo 1973 harus menelan kekalahan pada detik-detik akhir dalam tambahan waktu. Persik menang dengan skor 2-3 di kandang Persikabo, Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Sabtu (23/9/2023) sore.
Dua tim sebetulnya bermain cukup berimbang dalam penguasaan bola. Namun, Persik unggul lebih dulu pada menit ke-42 melalui gol Mohammad Khanafi setelah menerima umpan sundulan dari Anderson Nascimento.
Pada babak kedua, Persikabo bisa menyamakan kedudukan pada menit 46 karena bek sayap Persik Yusuf Meilana melakukan gol bunuh diri.
Persik yang diasuh Marcelo Rospide kembali unggul setelah Khanafi kembali mencetak gol kedua setelah menerima umpan Renan Silva pada menit ke-76.
Persikabo kembali menyamakan kedudukan. Anak asuh Aji Santoso itu mencetak gol lewat Didik Wahyu di depan gawang pada menit ke-90+3.
Aji Santoso mengira pertandingan akan beerakhir seri. Namun, justru Persik berhasil mencuri gol pada detik-detik akhir menjelang pertandingan berakhir.
Bek Anderson Nascimento membobol gawang Husna Al Malik pada menit 90+4. Skor berakhir dengan 2-3.
Pelatih Persikabo 1973 Aji Santoso mengatakan setiap pertemuan sudah mengatakan jangan membuat pelanggan tidak penting.
Baca Juga: Aji Santoso Belum Bertuah Angkat Persikabo 1973 dari Zona Degradasi
"Tetapi entah pemain saya mungkin lupa membuat pelanggaran lagi dan akhirnya terjadi gol. Saya pikir tadi seharusnya seri, tapi kami masih kalah," jelas Aji dikutip dari Antara, Minggu (24/9/2023).
Kesialan juga menjumpai Bhayangkara FC. Tim asuhan Emral Abus itu kalah dari Persib Bandung dalam laga pekan ke-13 Liga 1 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu malam (23/9/2023).
Gol larut dari Ciro Alves pada waktu tambahan babak kedua membuyarkan pesta Laskar Padjadjaran menahan imbang Maung Bandung.
Gol Ciro mengubah kedudukan menjadi 1-2 sampai peluit panjang dibunyikan wasit
Persib unggul lebih dulu lewat sundulan David Da Silva usai menerima umpan manis dari Frets Butuan pada menit ke-27.
Bhayangkara menyamakan kedudukan melalui gol Matias Mier pada menir ke-35. Hingga babak pertama, skor tetap 1-1.
Pada babak kedua, kedua tim saling jual-beli serangan. Namun tidak ada gol tercipta sampai waktu normal.
Namun petaka bagi Bhayangkara justru datang pada detik-detik akhir sebelum laga berakhir. Pada menit ke-90+6, Ciro mencetak gol dan membawa Persib memenangi laga.
Usai laga, Emral Abus seperti kehabisan kata-kata. Dia hanya bisa menyampaikan permintaan maaf atas kekalahan dalam detik-detik akhir pertandingan.
"Pertandingan cukup bagus, cukup berkembang, kami akui lawan lebih baik dari kami sehingga di menit akhir mereka bisa mengungguli kami, padahal kami memiliki target menang," jelas Emral.
Pemain Bhayangkara FC Arsa Ramadan menyatakan, kekalahan ini terjadi akibat kehilangan fokus justru pada detik-detik terakhir.
"Ya inilah namanya sepak bola, kehilangan fokus sedikit terjadilah gol, itulah yang terjadi pada kita," terang Arsa.
Hasil ini membuat Persikabo dan Bhayangkara tetap bersaingan di papan bawah. Keduanya berada di zona degradasi.
Bhayangkara masih jadi juru kunci atau peringkat ke-18 dengan poin 6, sedangkan Persikabo peringkat 17 dengan 9 poin.
Di atas keduanya adalah Arema FC yang juga menelan kekalahan 3-1 dari tuan rumah Persebaya dengan poin 10. (*)
Berita Terkait
-
Bersama Aji Santoso Persikabo Sukses Buat 2 Gol ke Persik, Kabomania Geram: Tapi, You Still Lose the Game!
-
Ruang Ganti Persib Bandung Makin Adem! Jadi Modal Kalahkan Bhayangkara
-
Persib Bandung Juara Sementara Bayar Denda Klub Liga 1
-
Persib Dapat 4 Pilar Jelang Lawan Persikabo, Bojak Hodak Beri Kabar soal Putu Gede dan Beckham Dimainkan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut