NTB.suara.com - Vespa Kongo, juga dikenal sebagai skuter tentara Kontingen Garuda (KONGA) di Indonesia, adalah kendaraan yang sarat dengan sejarah dan nilai budaya. Nama "Kongo" diambil dari tempat di mana anggota Tentara Nasional Indonesia yang tergabung dalam KONGA menjalankan tugas perdamaian di Kongo, Afrika, atas perintah Pemerintah Republik Indonesia melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Para penggemar Vespa sering merujuknya Vespa Kongo sebagai Vespa Ndog (telur) karena bagian samping kanan dan kirinya yang menyerupai telur. Vespa model ini diberikan kepada para prajurit sebagai penghargaan atas pengabdiannya. Skuter ini pertama kali diperkenalkan di pasar pada tahun 1963, dimiliki oleh anggota Kontingen Garuda 2 dan 3.
Meskipun Vespa secara umum dikenal sebagai skuter buatan Italia, Vespa Kongo memiliki cerita perakitannya yang unik. Skuter ini dirakit di Jerman oleh Vespa GmbH Augsburg, yang didirikan pada tahun 1958.
Anda dapat dengan mudah mengenali Vespa Kongo melalui fitur-fitur khasnya, seperti lambang burung Garuda yang terpampang di bodi bagian depan sebelah kiri. Speedometer yang berbentuk kotak agak besar adalah ciri lain yang membedakannya dari jenis Vespa lainnya. Nomor mesinnya selalu diawali dengan kode VGLA1M atau VGLB1M.
Seorang kolektor Vespa Kongo mengungkapkan, "Vespa Kongo ini selain memiliki sejarah dengan Pasukan Garuda Indonesia, bentuknya yang bulat menjadi daya tarik tersendiri. Tanda paling mencolok adalah sepatbor yang utuh tanpa sambungan."
Untuk memverifikasi otentisitasnya, BPKB Vespa Kongo dilengkapi dengan keterangan "Ex-Brigade III." Di bagian setang sebelah kiri, terdapat tanda prajurit berbentuk oval yang terbuat dari kuningan, serta piagam penghargaan yang melengkapi kendaraan ini.
Warna yang identik dengan Vespa Kongo adalah hijau metalik, kuning gading, krem, dan biru muda. Sebagian besar skuter ini diproduksi pada tahun 1963 dengan mesin berkapasitas 150 cc atau 125 cc.
Dengan minat yang tinggi dari masyarakat Indonesia terhadap Vespa Kongo, beberapa importir Vespa membawa Vespa VGLA dan VGLB ke Indonesia untuk dijual secara umum. Skuter ini memiliki spesifikasi yang hampir identik dengan Vespa Kongo milik Kontingen Pasukan Garuda Indonesia.
Vespa Kongo adalah bukti hidup dari keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian di luar negeri dan merupakan salah satu ikon bersejarah yang patut dihargai dalam dunia otomotif Indonesia. Keunikan dan cerita di balik setiap Vespa Kongo membuatnya menjadi pilihan yang menarik bagi para kolektor dan penggemar Vespa di seluruh dunia. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia
-
Foto Jenazah Jeffrey Epstein yang Dirilis Pemerintah AS Dicurigai Palsu: Tatonya di Mana?
-
Poco F8 Series Resmi Hadir di Indonesia, Naik Kelas Jadi The True Flagship
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Harga Terjun Bebas! 5 Flagship Ini Makin Masuk Akal Dibeli
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan
-
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
-
Operasi Pekat Jaya Sepekan, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku Tawuran, 56 Sajam Disita
-
4 Serum Anti-Aging Tanpa Pewangi dan Alkohol yang Gentle untuk Kulit Sensitif
-
Telak! Baru 7 Hari Dilantik Menkeu Purbaya, Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagsel Diciduk KPK