Suara.com - Pihak General Motors (GM) pada Senin (31/3/2014) waktu setempat menyatakan bahwa mereka menarik kembali lebih dari 1,3 juta unit mobil produksinya, demi memperbaiki sebuah masalah pada power steering. Sebagaimana diberitakan AP, penarikan ini menambah total jumlah mobil yang sudah ditarik sejak Februari 2014 menjadi 6,1 juta unit.
Disebutkan, gelombang penarikan pertama terdiri dari 2,6 juta unit mobil tipe kecil, lantaran ada masalah pada ignition switch (starter). Parahnya masalah ini bahkan diberitakan berdampak pada ditunjuknya pejabat Kepala Keamanan yang baru oleh GM, sekaligus juga percepatan penarikan lain yang sudah ada dalam daftar.
Pihak GM juga disebut sudah memperkirakan, biaya yang berhubungan dengan penarikan mobil-mobilnya itu bisa mencapai 750 juta dolar AS (Rp8,5 triliun) pada triwulan pertama tahun ini saja. Khusus untuk gelombang penarikan terakhir, disebutkan bahwa pihak dealer akan mengganti motor power steering dan bagian lainnya secara gratis.
Berikut daftar produk dan tipe mobil yang terdampak penarikan terbaru ini, sebagaimana keterangan di situs GM:
-Chevrolet Malibu: semua model dari tahun 2004 dan 2005, serta sebagian model dari tahun 2006, juga tahun 2008 dan 2009
-Chevrolet Malibu Maxx: Semua model dari tahun 2004 dan 2005, serta sebagian model dari tahun 2006
-Chevrolet HHR (Non-Turbo): Sebagian model dari tahun 2009 dan 2010
-Chevrolet Cobalt: Sebagian model dari tahun 2010
-Saturn Aura: Sebagian model dari tahun 2008 dan 2009
-Saturn ION: Semua model dari tahun 2004 sampai 2007
-Pontiac G6: Semua model dari tahun 2005, serta sebagian dari tahun 2006, juga 2008 dan 2009
-Suku cadang hasil servis yang dipasang pada sejumlah kendaraan sebelum 31 Mei 2010 terkait penarikan sebelumnya
(Huffington Post/AP)
Berita Terkait
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Hyundai Catat Lonjakan Penjualan Mobil Hybrid Awal 2026
-
CNG Tak Cuma Bermanfaat di Dapur: Ini yang Perlu Dilakukan Indonesia di Industri Otomotif
-
Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri
-
Mengenal Silsilah QJ Motor di Indonesia: Merek Mana Saja yang Masih Satu Klan?
-
Ini yang Perlu Diketahui Soal Subsidi Motor Listrik 2026: Syaratnya Apa dan Mulai Kapan?
-
Hyundai Catat Lonjakan Penjualan Mobil Hybrid Awal 2026
-
Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Investasi Fiskal Jangka Panjang
-
CNG Tak Cuma Bermanfaat di Dapur: Ini yang Perlu Dilakukan Indonesia di Industri Otomotif
-
Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat
-
Bukan Lexi dan FreeGo, Ini Senjata Rahasia Yamaha dengan Performa Ampuh untuk Sikat Vario 125