Suara.com - Mobil listrik karya anak bangsa yang diproduksi oleh Kupu-Kupu Malam Auto Custom atas permintaan Menteri Badan Usaha milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, sayangnya masih belum bisa dipasarkan.
Menurut Kunto selaku unsur manajemen Kupu-Kupu Malam Auto Custom, mobil listrik seperti Gendhis dan Selo yang dipamerkan di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014, memang masih belum bisa dipasarkan lantaran terbentur izin pemerintah.
"Masih belum dipasarkan karena terbentur izin pemerintah," ujar Kunto, di Hall A2 Assembly IIMS 2014, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (21/9/2014).
Terkait hal itu, Kunto menuturkan bahwa ada tiga kementerian atau lembaga (K/L) pemerintahan yang menaungi izin mobil listrik tersebut. Masing-masing yaitu Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, serta Kepolisian.
"Untuk Kementerian Perhubungan terkait uji coba di jalan raya, Kementerian Perindustrian terkait industri mobil nasional, dan Kepolisian terkait surat jalan," tuturnya.
Kunto pun mengungkapkan bahwa pihaknya tidak bisa memperbaiki riset mobil listrik itu hingga sempurna, jika izin tersebut tidak juga keluar. Untuk diketahui, menurutnya izin itu sudah diajukan oleh timnya sejak Oktober 2013 lalu.
"Gimana perbaiki riset mobil listrik hingga sempurna, jika izinnya terbentur dan tidak bisa uji coba?" tukasnya.
Kunto pun berharap agar pemerintah mempermudah dan mengeluarkan izin uji coba tersebut, sehingga mobil listrik karya anak bangsa ini dapat dipasarkan dan diproduksi massal. Sebab menurutnya, di luar negeri saja, karya anak bangsa ini justru sudah diterima.
"Saya berharap pemerintah mengeluarkan dan mempermudah izin uji coba mobil listrik tersebut, agar riset kita sempurna... Kasihan kan, karya anak bangsa malah dilalaikan. Padahal di luar negeri, mobil listrik Indonesia sudah diterima oleh masyarakat," pungkasnya.
Berita Terkait
-
3 Mobil Listrik Terlaris China Bertarung di Indonesia, Simak Fitur Menariknya!
-
Arsitektur e-Platform BYD Menjadi Standar Baru Kendaraan Listrik Masa Depan di Indonesia
-
Hyundai Masih Bidik Pasar Mobil Listrik Meski Tanpa Insentif dari Pemerintah
-
4 Rekomendasi Mobil Listrik Mungil Rp200 Jutaan yang Jarak Tempuhnya Tembus 300 Km
-
BYD Siapkan Denza B5 PHEV Perkuat Dominasi Pasar Kendaraan Elektrifikasi di Indonesia
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
4 Pilihan Motor Hybrid di Indonesia dari Termurah hingga Premium
-
Rekomendasi 3 Motor Listrik Sensasi ala Nmax: Mending Fox 350, Gesits GV1, atau United T1800?
-
3 Mobil Listrik Terlaris China Bertarung di Indonesia, Simak Fitur Menariknya!
-
Cari Nyaman atau Desain Gahar? Begini Perbandingan Indomobil eMotor Tyranno vs Polytron Fox 350
-
Efisiensi vs Style, Mending Mitsubishi Mirage atau Honda Brio Bekas?
-
Berapa Harga Baru Suzuki Fronx 2026? Segini Pajak Tahunan, Konsumsi BBM, Tenaga Mesin
-
Nissan March Berapa Silinder? Intip Harga Seken, Spek, Pajak Tahunan, Konsumsi BBM
-
Mobil Nissan Apa Saja? Intip Daftar Harganya Februari 2026 dari SUV, MPV hingga Mobil Listrik
-
Arsitektur e-Platform BYD Menjadi Standar Baru Kendaraan Listrik Masa Depan di Indonesia
-
Brio RS CVT Kalah Murah, Mitsubishi Eclipse Cross 2020 vs Toyota C-HR 2020 Mending Mana?