Suara.com - Kebijakan pemerintah Presiden Joko Widodo yang menaikan harga bahan bakar minyak sebesar Rp2000 menuai protes dan memantik demonstrasi di beberapa wilayah di Tanah Air.
Tetapi bagi PT Lingkar Bumi Lestari, naiknya harga bensin dan solar justru menjadi peluang karena produknya, Oktaniol justru bisa membuat konsumsi BBM lebih efisien. Sebagai zat aditif, Oktaniol Fuel Saver diklaim bisa memangkas penggunaan BBM hingga 30 persen.
Menurut salah satu peneliti Oktaniol dari PT. Lingkar Bumi Lestari, Suwandi, campuran antara bensin atau solar dengan zat ini bisa membuat pembakaran dalam mesin lebih maksimal.
"Sehingga lebih hemat dibandingkan yang mesin yang tidak memakai Oktaniol," kata Suwandi di Jakarta, Kamis (20/11).
Dalam kondisi tertentu, lanjut Suwandi, penghematan bahkan bisa melebihi 30 persen dan mencapai 50 persen jika digunakan untuk mesin statis.
Tidak hanya penghematan BBM saja. Suwandi menyebut bahwa hasil pembakaran BBM yang dicampur dengan Oktanol lebih bersih.
"Karena pembakarannya sempurna," jelas dia.
Oktaniol, kata Suwandi, merupakan campuran herbal dengan kandungan utama yakni sereh. Sereh dipilih karena memiliki zat yang dibutuhkan sehingga membantu pembakaran.
"Sereh juga panas," imbuh dia.
Untuk sementara, lanjutnya, konsumen bisa mendapatkan bahan campuran ini dengan memesan langsung ke PT. Lingkar Bumi Lestari dengan harga Rp30.000.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya