Suara.com - Ray Kurzweil, seorang penemu, peramal masa depan, dan direktur engineering Google, mengatakan bahwa masa depan bisa dengan mudah diprediksi dan ia menegaskan bahwa teknologi mobil nirawak adalah keniscayaan dalam perjalanan sejarah dunia.
"Ada satu aspek dari masa depan yang bisa Anda prediksi dan antisipasi ketika perubahan terjadi," kata Kurzweil yang berbicara di arena konferensi industri otomotif dunia, SEA World Congress, yang digelar di Detroit, Amerika Serikat, dari 21 sampai 23 April.
"Biaya, performa, dan kapasitas teknologi informasi - bukan semua jenis teknologi - berjalan dalam sebuah pola yang bisa diprediksi," imbuh dia.
Kurzweil mengatakan bahwa terus turunnya harga komputer dan melesatnya pengetahuan manusia akan teknologi robotik (artificial intelligence), akan segera membuat teknologi autokemudi menjadi kenyataan.
"Teknologinya sudah terbukti bekerja, tak akan lama lagi," kata Kurzweil.
Meski demikian ia tak bisa mengatakan dengan pasti kapan mobil nirawak akan digunakan secara luas di dunia. Tetapi dia menekankan bahwa mobil nirawak akan secara signifikan mengurangi angka kecelakaan, memberikan waktu produktif lebih banyak bagi pemilik mobil, dan mengubah pola kepemilikan kendaraan.
"Mobil-mobil Google sudah nyaris meniti satu juta mil tanpa kecelakaan. Satu hari nanti sebuah mobil autokemudi mungkin akan menyebabkan kecelakaan dan itu akan jadi berita besar. Tetapi saat kita sekarang sedang bicara, beberapa orang tewas akibat manusia yang mengemudikan mobil," kata dia.
Kurzweil juga menegaskan bahwa mobil autokemudi akan membuat efisien ruang parkir dan mengurangi kemacetan, karena satu mobil bisa digunakan bersama secara bergantian oleh satu keluarga. Mobil bisa diparkir di rumah dan akan "dipanggil" saat diperlukan.
Selain itu, pola kepemilikan mobil juga akan berubah. Satu mobil akan digunakan oleh lebih dari satu orang, mirip dengan pola layanan taksi Uber yang sedang marak dewasa ini.
"Kita akan saling berbagi mobil. Menurut saya model ini akan terus berkembang ketika mobil autokemudi sudah banyak digunakan," tutup dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terpopuler: Mobil Favorit Ibu Rumah Tangga, Motor Pesaing Honda ADV 160 dan CB150X
-
Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
-
Indomobil Boyong Mobil Listrik Leapmotor B10 ke GIIAS 2026, Langsung Dirakit Lokal
-
Harga Honda ADV 160 Baru vs Aprilia SR GT 200 Bekas Selisih Tipis, Mana yang Lebih Layak Dilirik?
-
Tips Aman Touring Motor Lintas Pulau Tanpa Kendala, Lakukan Persiapan di Bengkel Resmi
-
Daftar 25 Mobil Listrik Berbaterai Nikel di Indonesia, Dapat Insentif Lebih Besar dari Pemerintah
-
Penantang CB150X dari Yamaha Tebar Pesona: Kebal Bioetanol, Harganya Segini
-
7 Mobil Diesel Irit Solar, Solusi di Tengah Kenaikan Harga BBM Pertamina
-
Kolaborasi Raksasa Otomotif Jepang Bikin Skuter Hidrogen Tandingan Motor Listrik Baterai
-
Harga Yamaha XSR155 Bekas Tinggal Segini 'In This Economy', Waktunya Serok atau Skip?