Suara.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ingin secepat mungkin berkenalan dengan Menteri Perindustrian (Menperin) yang baru, Airlangga Hartato. Asosiasi yang menaungi pabrikan-pabrikan roda empat di Tanah Air itu ingin mengomunikasikan kembali regulasi-regulasi yang diinginkan industri agar penjualan domestik dan ekspor meningkat.
Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengungkapkan mereka ingin melakukan pendekatan ke tiga menteri baru, khususnya Menperin. "Kami harus rapatkan barisan ke Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral," tegasnya dalam konferensi pers terakhir GIIAS 2016, Kamis (28/7/2016) di Jakarta.
Yohannes menegaskan bahwa industri otomotif adalah penyumbang pajak Rp100 T per tahun, dengan jumlah tenaga kerja sekitar 1,4 juta di lapisan (tier) pertama. "Kami industri besar yang banyak kontribusinya dan kami juga menghimbau pabrikan-pabrikan besar untuk investasi. Untuk itu kami juga perlu terus me-lobby pemerintah agar ekspor dapat lebih mudah terjadi," jelas Yohannes.
Menperin Airlangga Hartato memang baru saja menggantikan Menperin lama, Saleh Husin, yang terkena reshuffle kabinet pada Rabu pekan ini. Adapun pos menteri perdagangan dan menteri ESDM kini diisi oleh Enggartyasto Lukito serta Archandra Tahar.
Lebih lanjut, Ketua III Gaikindo Rizwan Alamsjah menambahkan bahwa hal utama yang bakal digaungkan kembali saat bertemu Menperin adalah permohonan penyamaan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) sedan dengan model-model kendaraan lainnya. Saat ini, besaran PPnBM sedan ialah 30 persen untuk 1.500 cc serta 40 persen untuk 2.000 cc sedangkan model lain cuma 10 persen dan 20 persen.
Rizwan mengklaim itulah cara utama meningkatkan kuantitas ekspor mobil yang saat ini cuma 200 ribu unit, kalah jauh dari penjualan domestik yang menyentuh 1 juta unit.
"Sedan itu sangat penting karena salah satu pasar dunia itu sedan. Sedangkan kita tidak produksi sedan karena pajaknya tinggi. Yang penting, pajaknya diturunkan dulu, ada pasar domestik, baru sisanya bisa dibuat untuk ekspor," ucap Rizwan.
Saat ini, menurut dia, kapasitas produksi terpasang untuk roda empat di Indonesia adalah 1,9 juta unit. Dengan penjualan domestik plus ekspor yang berjumlah lebih dari 1,2 juta unit, masih ada sisa 600-700 unit yang belum terpakai.
Itulah yang akan dipakai memproduksi sedan jika PPnBM untuk model ini diturunkan. "Sampai tiga tahun ke depan kapasitas produksi 1,9 juta unit itu cukup," ujar Rizwan.
Gaikindo, lanjut dia, juga ingin mengingatkan kepada Menperin anyar perihal kemudahan pajak dan perizinan agar memancing investasi baru masuk dan menstimulasi ekspor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
5 Tips Bikin AC Mobil Dingin 'Semriwing': Tak Kepanasan saat Arus Balik Mudik
-
Arus Balik Lebaran 2026 Kapan Dimulai? Pemudik Harus Siap Hadapi Puncaknya
-
Cara Lapor Kecelakaan atau Kendala Mesin di Tol agar Bantuan Cepat Tiba
-
Cara Cek Kondisi Oli Mesin dan Air Radiator Sendiri di Rest Area Saat Mudik dan Balik Lebaran
-
Terpopuler: 7 Mobil Bekas Sekelas Isuzu Panther yang Irit, Motor Brebet saat Digas?
-
Sebanyak 270 Ribu Kendaraan Melintas Sepanjang Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
-
Piaggio Bicara Peluang Produksi Model Vespa Baru Rakitan Cikarang
-
Prabowo Tegaskan Pemerintah Fokus Kendaraan Listrik dan Sebut Nama Toyota
-
Negara Ini Mulai Siapkan Skema Penjatahan Bensin Dampak Krisis Bahan Bakar Global
-
Trik Aman Simpan Motor saat Ditinggal Lama Seperti Momen Mudik Lebaran