Otomotif / Mobil
Jum'at, 09 September 2016 | 09:49 WIB
Logo Mercedes Benz. [Reuters/Danish Siddiqui]

Suara.com - Mercedes-Benz bakal menggelontorkan total dana 560 juta dollar (Rp7,32 triliun) selama lima tahun ke depan untuk penelitian dan pengembangan mobil listrik pengantar barang dengan robot serta drone di dalamnya. Dalam risetnya, pabrikan akan berpartner dengan Starship Technologies, pembuat robot kecil beroda enam untuk keperluan logistik.

Mobil listrik pengantar barang dengan robot itu, disebut sebagai 'Vision Van'. Setiap kali mengirimkan barang, Vision Van akan membawa delapan robot milik Starship Technologies. Vision Van, yang masih dikemudikan manusia, nantinya cukup berhenti di satu lingkungan dan robot-robot tersebut akan keluar dan mengantar barang secara bersamaan untuk lingkungan tersebut.

Hal ini dianggap jauh lebih efisien ketimbang berkeliling sebuah lingkungan dan menghampiri satu per satu rumah. Mercedes menilai Vision Van kelak membuat 'last mile delivery' atau pengiriman tahap akhir menjadi lebih efisien 50 persen.

Saat delapan robot tersebut selesai mengantar barang, mereka akan kembali ke Vision Van dan akan diisi lagi dengan barang kiriman selanjutnya secara otomatis sembari Vision Van berjalan ke lingkungan lain.

Adapun drone ditempatkan di atap mobil van dan juga akan mengirimkan paket melalui udara.

Chief Operating Officer Starship Technologies Allan Martinson mengatakan, dalam tempo yang tak terlalu lama dari sekarang, Vision Van akan menjalani 'pilot test' di sebuah kota yang belum ditentukan. Baik Martinson dan Mercedes juga percaya bahwa kehadiran Vision Van tetap tak akan menggantikan peran vital manusia karena mobil itu pun masih harus dikemudikan oleh orang.

"Masih butuh waktu yang sangat, sangat lama sebelum robot dalam mengambil alih tugas manusia sebagai supir van," tukasnya. [CNN Money]

Load More