Suara.com - Saat Renault-Nissan menjalin aliansi dengan Mitsubishi dan Toyota menggandeng Suzuki sebagai partner baru, Honda masih bersikeras berdiri sendiri serta mengatakan tak begitu tertarik dengan aliansi.
Pekan lalu, Renault-Nissan telah menyelesaikan proses akuisisi 34 persen saham Mitsubishi dan akan berkolaborasi antara lain soal platform kendaraan, teknologi, riset, pembiayaan, dan komponen. Toyota pun bekerja sama dengan Suzuki untuk membuat mobil hijau, mengembangkan fitur teknologi informasi dan keamanan, juga pembiayaan.
Kini, pabrikan-pabrikan memang makin menjalin jejaring kerjasama di antara mereka.
Sebelum bekerja sama dengan Suzuki, Toyota telah berada 'satu tenda' dengan Subaru, Daihatsu, Mazda, Isuzu, Hino. Adapun Nissan satu kubu dengan Renault, Daimler, Russia's AvtoVAZ, plus Mitsubishi.
Honda, di sisi lain, bergeming dan masih berjuang hampir sendirian. Mereka kini hanya mengikat kerjasama dengan General Motors membuat mesin fuel cell generasi terbaru pada 2020.
"Kami tak memiliki aspirasi untuk membuat penjualan kami menjadi 10 juta unit. Kami berbeda dengan mereka yang mengejar hal itu," kata CEO Honda Motor Corporation Takahiro Hachigo menyinggung ambisi Nissan membentuk 'aliansi 10 juta unit' menyaingi Toyota, VW, General Motors, seperti dikutip dari Automotive News, awal pekan ini.
Honda saat ini membukukan penjualan hampir 5 juta unit secara global.
"Kami tak mengejar volume penjualan semata-mata demi angka. Dengan memperkuat produk kami, kami akan juga meningkatkan skala (ekonomi)," lanjut lelaki yang memimpin Honda sejak Juni 2015 itu.
Ia kemudian meluruskan bahwa Honda tak anti dengan aliansi. Namun, mereka ingin mempunyai kebebasan, dan kerja sama menyangkut teknologi akan dilakukan jika memiliki solusi win-win.
"Jika itu adalah kerja sama mengenai teknologi yang sifatnya 'win-win', kami akan melakukan aliansi itu. Tapi, soal bisnis, kami memilih untuk melakukannya sesuai keinginan kami sendiri. Kami hanya ingin melakukan sesuatu sesuai keinginan kami," kata Hachigo.
Honda lalu mengatakan targetnya mendorong mobil berteknologi listrik, termasuk hibrida dan plug-in, untuk menyumbang dua per tiga hari penjualan mereka di pasar Amerika Serikat.
Analis otomotif menilai Honda sangat bangga dengan identitas diri mereka sendiri. Tetapi, mereka akan memiliki tantangan untuk membiayai riset dan pengembangan teknologi keamanan, fitur autokemudi, hingga teknologi informasi yang semakin tinggi.
"Isu yang dimiliki Honda adalah bahwa skala ekonomi yang ada saat ini untuk kendaraan berteknologi itu akan membebani profitabilitas mereka," kata Lead Asia Auto Analyst at Deutsche Securities Japan Kurt Sanger.
Tag
Berita Terkait
-
Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?
-
Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu
-
Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte
-
5 Motor Honda yang Namanya Mirip Mobil, Kebetulan atau Sengaja?
-
Skutik Terlaris New Honda BeAT Makin Mewah Lewat Sentuhan Desain Premium
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?
-
Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta
-
Irit dan Tangguh, Ini Alasan Kenapa Yamaha Gear Ultima Jadi Skutik Favorit Perempuan
-
Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu
-
Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik
-
Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?
-
Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte
-
Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi
-
Tren Jual Beli Mobil Bekas Nasional Lesu Pengusaha Mulai Keluhkan Pergeseran Prioritas Konsumen
-
Lupakan Mesin 3 dan 4 Silinder, Begini Pesona Mobil Dua Piston asal Italia