Suara.com - Ducati, pabrikan sepeda motor premium, berambisi mengekspansi pasar serta mendorong penjualan mereka. Hal itu dilakukan dengan dua strategi: menciptakan produk baru yang tak semahal model-model sebelumnya dan meluncurkan program kredit.
Program kredit Ducati itu, menurut laman daring Ultimate Motorcyling belum lama ini, bernama Ducati Premier Financing. Program tersebut dilepas ke pasar sejak awal Maret.
Informasi sejauh ini hanya mengatakan bahwa program kredit resmi dari Ducati itu hanya diberlakukan untuk pasar Amerika Utara.
Managing Director Ducati Indonesia Dhani Yahya, hingga berita ini dikirimkan, belum merespons pertanyaan Suara.com soal apakah program ini juga diinisiasi di Indonesia. Dhani dihubungi Suara.com via telepon dan pesan singkat sejak Sabtu (11/3/2017) pagi.
Di Amerika Utara, Ducati Premier Financing tidak memberlakukan peraturan 'wear and tear' serta 'mileage restrictions' yang umumnya ada di program kredit lain.
Wear and tear, berdasarkan penelusuran Suara.com, adalah keharusan konsumen membayar biaya perbaikan bagian mobil yang dianggap cacat karena insiden. Sementara, mileage restrictions adalah pembatasan jarak tempuh kendaraan sebelum kredit dilunasi.
"Ini merupakan satu lagi cara Ducati untuk membuat model-model kami lebih bisa diakses oleh pengendara sepeda motor yang lebih luas," kata CEO Ducati Amerika Utara Jason Chinnock.
"Dengan membuat model-model baru yang memperluas pilihan plus fleksibilitas pembiayaan, pesepeda motor dengan profil yang lebih luas dapat memiliki Ducati," lanjut dia.
Ducati Premier Financing ditujukan bagi model-model edisi 2017. Disediakan tenor kredit pendek dan tukar-tambah jika konsumen ingin cepat mengganti Ducati lama mereka dengan yang baru.
Merek sepeda motor asal Italia ini dikabarkan juga bakal merilis model-model entry level serta mid-level anyar di 2017. Sebelumnya, Ducati sudah membuat Scrambler Sixty2, 'kuda besi' yang relatif lebih terjangkau dibanding saudara-saudara tuanya seperti Multistrada, Monster, atau Panigale.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Mengenal Bahaya Kerak Karbon pada Motor, Jangan Sampai Tunggu Mesin Jebol
-
BYD Hentikan Produksi Sealion 7 untuk Pasar Domestik
-
Indonesia Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Ditengah Tantangan Standar Mesin Otomotif Nasional
-
Baskara Mahendra Bongkar Alasan Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Pilihan Skutik Stylish di Bali
-
Dihujat Karena Plagiat Porsche Taycan Paksa MG Hentikan Peluncuran MG 07
-
Pasar Mobil Listrik China Melemah di Tengah Ancaman Kebangkrutan Massal Produsen Lokal
-
Rahasia Menjaga Kebersihan Interior Mobil dengan Balutan Karpet Premium
-
Bahlil Wajibkan Bensin Campur Etanol, Tapi di India Justru Bikin Boros
-
Ini yang Perlu Dilakukan Pemilik Kendaraan saat Didatangi Petugas Samsat
-
Cukup Tunjukkan SIM C Beli Motor Listrik di PRJ 2026 Dapat Subsidi 10 Juta