Suara.com - Per 1 April nanti, Mitsubishi Indonesia akan dinakhodai presiden direktur baru, Kyoya Kondo. Ia akan menggantikan presiden direktur sebelumnya Hisashi Ishimaki. Sosok yang bergabung di Mitsubishi sejak 1989 ini menghabiskan sebagian besar kariernya di negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) yakni Thailand, Filipina, serta Malaysia sebelum ke Indonesia.
Dalam wawancara eksklusif dengan Suara.com di sela-sela Annual Media Gathering 2017 pada Kamis (23/3/2017) malam di Jakarta, Kondo membeberkan penilaiannya soal pasar Indonesia dan pentingnya negara ini di mata Mitsubishi global.
Ia juga bicara soal kendaraan low multi purpose vehicle (LMPV) pesaing Toyota Avanza yang akan diluncurkan pada Agustus nanti, soal calon pesaingnya dari Cina, Wuling, hingga tantangan plus rencana ekspansi produk Mitsubishi di masa depan.
Tanya: Indonesia adalah negara ASEAN keempat Anda, jadi tentu Anda sedikit-banyak mengetahui pasar Indonesia. Bagaimana Anda melihat pasar ini?
Jawab: Pertama, pasar ini punya potensi yang sangat besar, tak hanya di ASEAN tapi di dunia. Populasinya besar, dengan banyak penduduk berusia masih muda. Jadi, di jangka menengah, Indonesia akan menjadi pasar yang sangat, sangat besar.
T: Ada target dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC) di Jepang untuk Anda?
J: Tidak ada target konkret untuk jangka menengah. Tapi, seperti Anda tahu, kami sudah berinvestasi untuk membangun pabrik perakitan baru yang besar dan kami berinvestasi juga untuk membuat model baru (LMPV) bagi pasar Indonesia. Jadi, Kami berkomitmen untuk terus berada di sini, untuk berusaha mengakomodasi kebutuhan konsumen di Indonesia, juga untuk memiliki lebih banyak konsumen di Indonesia. Ini misi saya.
T: Penjualan Mitsubishi di Indonesia saat ini ada di posisi berapa jika dibandingkan dengan penjualan Mitsubishi di negara lain?
J: Saya tak tahu ranking pastinya, tapi Indonesia masuk di 10 besar penjualan Mitsubishi di dunia. Mungkin malah di lima besar. Artinya, Indonesia sudah menjadi pasar yang penting bagi kami saat ini. Di masa depan, posisi Indonesia akan menjadi makin penting karena potensi pasar negara ini. Karena itulah kami berkomitmen investasi, berkomitmen melakukan riset dan pengembangan untuk model baru (LMPV).
T: Tahun ini, selain LMPV baru dari Mitsubishi, ada pula dari Wuling, bagaimana Anda melihatnya?
J: Saya belum tahu spesifikasi dan pemosisian harganya. Saya belum punya banyak informasi. Tapi, dari sisi kami, sebelum kami membuat produk, kami mempelajari soal konsumen Indonesia: gaya hidup mereka, kebiasaan mereka menggunakan mobil, struktur keluarga mereka. Jadi, model baru ini didesain untuk pasar dan orang Indonesia.
T: Tantangan terbesar Anda di Indonesia?
J: Tahun ini lembaran baru Mitsubishi Indonesia. Sebelumnya Mitsubishi punya aset bagus dan sejarah panjang di Indonesia. Kami sudah menjual sangat banyak produk di sini, tapi lebih di segmen kendaraan komersial seperti truk dan kendaraan niaga ringan. Tantangan kami adalah mencoba mempenetrasi pasar mobil penumpang lebih dalam lagi. Tentu saja, berkat sepak terjang kami sebelumnya di sini, kami punya modal citra bagus soal daya tahan kendaraan serta kepercayaan konsumen. Ini tentu harus dipertahankan sambil lebih aktif lagi membangun merek kami di mata anak-anak muda. Ini tantangan kami.
T: Soal rencana ekspansi produk selanjutnya ke depan, bisa sedikit kasih bocoran?
J: Belum ada rencana yang konkret. Tapi, begitu momentumnya datang, kami akan umumkan. Yang paling penting, kami berkomitmen di Indonesia dalam jangka panjang untuk mengakomodasi kebutuhan penduduk Indonesia.
T: Sport utility vehicle (SUV) baru Mitsubishi Eclipse Cross bagaimana, bakal ke Indonesia?
J: Tahun ini tidak ada rencana konkret. Tapi jika semua kondisi ke depannya oke, kami tidak menyangkal bisa saja memperkenalkannya. Tapi, saat ini tidak ada rencana konkret. Model ini pun juga baru saja diperkenalkan secara global di Geneva Motor Show 2017 kemarin.
Berita Terkait
-
Terpopuler: Mobil Mitsubishi dengan Sunroof, Motor Nyelip di Kolong Bus TransJakarta
-
Mobil Mitsubishi yang Ada Sunroof Apa Saja? Ini 6 Rekomendasinya
-
Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce Edisi Spesial yang Meluncur di IIMS 2026
-
Pembeda Mitsubishi Destinator Edisi 55 Tahun yang Melantai di IIMS 2026
-
Efisiensi vs Style, Mending Mitsubishi Mirage atau Honda Brio Bekas?
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Jangan Sampai Kencan Valentine Bubar Gara-gara Motor, Cek Cairan Ini Sebelum Jemput Ayang
-
Grand Vitara sama Jimny Mahal Mana? Intip Daftar Harga Mobil Suzuki Februari 2026
-
7 Mobil Keluarga dengan Suspensi Paling Empuk: Mudik Nyaman, Penumpang Tenang
-
Dafrar Mobil Listrik Rp 200 Jutaan yang Bisa Jadi Pilihan di IIMS 2026
-
SIS Bicara Peluang Suzuki XBee Dipasarkan di Indonesia
-
Dukung Mobilitas Darurat Hankook Tire Salurkan Ratusan Ban untuk Kendaraan Layanan Publik
-
Terpopuler: Mobil Mitsubishi dengan Sunroof, Motor Nyelip di Kolong Bus TransJakarta
-
Berapa Harga Motor Listrik Honda Februari 2026? Simak Spesifikasinya
-
M6 Cocok Jadi Mobil Keluarga untuk Mudik? Simak Daftar Harga Mobil BYD Februari 2026
-
Hyundai Jawab Peluang Hadirkan Produk Kembar Hasil Kolaborasi dengan Kia di Indonesia