Suara.com - Suzuki masih ragu untuk memasarkan sport utility vehicle (SUV) legendaris Jimny secara luas di Indonesia. Karena itu, pabrikan asal Jepang ini memutuskan memesan dan menjual Jimny dalam jumlah terbatas dulu yaitu 88 unit, sambil melihat respons konsumen di Tanah Air.
Jimny sebetulnya sudah dipamerkan sebagai mobil eksebisi Suzuki di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016, untuk diluncurkan di lain waktu. Akan tetapi, rencana peluncurannya setelah itu sempat dibatalkan karena pertimbangan harga jual.
Kabar terakhir, Deputy Managing Director 4W PT. Suzuki Indomobil Sales Setiawan Surya mengungkapkan, mereka akhirnya memutuskan memesan Jimny dari Jepang dalam jumlah kecil untuk dijual di Indonesia. Hal ini dilakukan setelah mereka mengkalkulasi harganya bisa di bawah Rp300 juta.
"Awalnya kami hitung-hitung harganya Rp300 juta-an, jadi agak sulit. Kemudian kami hitung lagi, kelihatannya bisa di bawah Rp300 juta. Karena itu kami coba tapi terbatas dulu (jumlahnya)," kata Setiawan saat hadir di konferensi pers kedua GIIAS 2017, Selasa (30/5/2017) sore kemarin di Jakarta.
Sebanyak 88 unit dipesan di tahap pertama. Setiawan memperkirakan, unitnya baru datang lima bulan dari sekarang yakni Oktober.
Jimny bertransmisi otomatis dengan sistem penggerak empat roda, model yang akan didatangkan. Adapun dapur pacu dari SUV dengan wheelbase 2.250 mm serta ground clearance 190 mm itu dipersenjatai mesin bensin 1.328 cc.
"Mau pesan (sekarang) sudah bisa seharusnya, tapi harga belum ada. Harga resminya baru nanti setelah barangnya datang," lanjut Setiawan.
Ia mengatakan, kemungkinan tidak ada seremoni peluncuran khusus bagi Jimny mengingat jumlah unit serta peminatnya yang terbatas. Suzuki sendiri tak menutup kemungkinan untuk mendatangkan lebih banyak Jimny jika respons yang didapat bagus.
"Penyukanya hanya dari kalangan pehobi, komunitas gitu, kan. Jadi biar mereka dulu nanti kita lihat perkembangannya seperti apa," kata Setiawan.
Baca Juga: Suzuki Berharap Kehadiran Ignis Perbaiki Nasib Karimun Wagon R
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Motor Listrik Yadea Tawarkan Subsidi 10 Juta di Jakarta Fair 2026
-
Wuling Pamerkan Mobil Bertema Disney di Jakarta Fair 2026
-
Terpopuler: Mobil Bekas yang Aman Pakai Pertalite, Biaya Isi Pertamax Full Tank untuk Skutik Honda
-
Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?
-
Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini
-
Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
-
IPONE Goda Penggemar Modikasi di Bandung dengan Produk Eksklusif
-
Atap Bocor dan Suspensi Keras: Begini Jawaban Teknis Pindad Jawab Keluhan Presiden Prabowo
-
Motul Perkuat Hubungan dengan Komunitas Otomotif Lewat Ajang BBQ Ride 2026
-
Harga Pertamax Naik, Ini Pilihan Mobil Bekas yang Masih Aman Minum Pertalite